MATTANEWS.CO, KOTA TASIKMALAYA – Sejumlah pejabat tinggi Pemkot Tasikmalaya melaksanakan vaksinasi tahap pertama yang dilaksanakan di Puskesmas Karsanegara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, Jumat (29/1/2021).
Hadir lebih awal, Plt Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf menyaksikan langsung pelaksanaan vaksin perdana yang di awali oleh Ketua DPRD, Aslim, Kapolres Tasikmalaya Kota, Kejari, Dandim 0612, Danlanud Wiriadinata, Sekertaris Daerah (Sekda), Ivan Dicksan, tokoh masyarakat dan pejabat lainnya.
Dengan demikian, jajaran Pemkot Tasikmalaya dan Forkopimda beserta tokoh lainnya telah menyakinkan kepada masyarakat jika vaksin Sinovac memang aman sesuai rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Bahkan MUI telah memberikan sertifikat halal untuk vaksin tersebut.
Muhammad Yusuf mengatakan, Pandemi telah melanda selama 11 bulan lamanya di Kota Tasikmalaya . Data menyebutkan terdapat terkonfirmasi positif sebanyak 3.030, sembuh 2527, aktif 439, meninggal dunia 64 orang. Tentunya vaksin diharapkan dapat memutus mata rantai penularan di Tasikmalaya.
“Tingginya dampak covid memberikan tantangan besar pada derajat kesehatan masyarakat Kota Tasikmalaya terutama pada kinerja yang berujung pada penutupan, penundaan sementara layanan kesehatan khususnya posyandu, puskesmas,” ungkapnya.
Lebih lanjut Yusud mengatakan, Covid-19 juga memberikan dampak besar pada sektor perekonomian.
“Perekonomian mengalami penurunan mencapai 60 persen sehingga menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan pada dunia usaha termasuk investasi ikut melemah berimpilkasi pada usaha, pariwisata dan pendidikan,” lanjutnya.
Kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan 3M memberikan dampak besar terhadap penyebaran virus yang belum mengalami penurunan.
Meskipun pemerintah terus menerus melakukan berbagai upaya termasuk pelaksanaan vaksin guna mengurangi penularan covid-19 menurunkan angka kesakitan, dan kematian.
“Tahap 1 Kota Tasikmalaya mendapat 7.400 dosis dengan sasaran petugas kesehatan, asisten kesehatan, tenaga penunjang, serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah memiliki etiket sebanyak 3.469 orang,” pungkasnya.














