HEADLINE

Jastin Bayi Penderita Pembengkakan Otak di Tapsel Sudah Membaik

×

Jastin Bayi Penderita Pembengkakan Otak di Tapsel Sudah Membaik

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PADANGSIDIMPUAN – Kabar baik menghampiri Rahman Gulo warga Sironcitan, Desa Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Pasalnya, bayi buah hati Rahman yakni, Jastin Rahman Gulo, yang beberapa waktu lalu didiagnosa dokter mengalami pembengkakan otak, kini kondisinya sudah mulai membaik.

Kepada awak media Jumat (22/10/2021), Pengurus Yayasan Burangir yang bergerak di bidang perlindungan anak dan perempuan, Juli H Zega, membenarkan hal tersebut. Juli yang turut mendampingi Jastin selama dirujuk di Rumah Sakit (RS) Universitas Sumatera Utara (USU) Medan mengatakan bahwa, bayi mungil itu sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.

“Penanganan yang dilakukan dokter di RS USU yaitu, operasi. Karena memang Jastin mengalami pendarahan pada otak sehingga harus operasi bedah syaraf,” kata Juli di Kantor Yayasan Burangir di Kota Padangsidimpuan.

Pada Kamis (7/10/2021) lalu sekira pukul 09.00 WIB, tambah Juli, Jastin sukses menjalani operasi. Setelah itu, Jastin menjalani observasi beberapa hari. Pihaknya mengaku bersyukur karena operasi Jastin sukses, maka saat ini sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

“Tinggal lagi karena kemarin penyakitnya sudah cukup parah harus ada proses pemulihan. Tapi, nanti ada beberapa dokter anak yang ada di Padangsidimpuan yang bisa mendampingi untuk melakukan konsultasi,” terangnya.

Yayasan Burangir juga mengucapkan terima kasih kepada segenap donatur maupun organisasi yang telah mendonasikan rezekinya untuk membantu biaya perobatan Jastin. Pihaknya juga akan terus mendampingi Jastin hingga beberapa bulan ke depan sampai kondisinya benar-benar pulih.

Terkait hal itu juga, Juli berharap kepada pemerintah terkait kiranya dapat berikan secara mudah akses kesehatan bagi segenap warganya. Terlebih lagi, bagi masyarakat kurang mampu yang berada di pelosok-pelosok desa.

Hal senada diungkapkan Rahman. Dirinya mengucapkan terima kasih ke Yayasan Burangir maupun para donatur maupun organisasi yang telah memberikan perhatiannya kepada buah hatinya. Dia berharap, kiranya kebaikan dari semua pihak itu dibalas oleh Tuhan.

Sebelumnya diberitakan, pada Rabu (29/9/2021) lalu, Jastin sempat dilarikan ke RS Inanta Padangsidimpuan. Parahnya, Jastin yang saat itu baru berusia 38 hari harus dirawat dengan status pasien umum lantaran belum terdaftar di BPJS Kesehatan.

Dalam keterbatasan ekonomi dan suasana bingung, pada Jumat (1/10/2021) lalu, ayah Jastin menghubungi Yayasan Burangir. Sejak awal dirawat, Jastin mengalami kejang-kejang.