MATTANEWS.CO, MOJOKERTO – Hari kedua sekaligus penutup rangkaian Media Gathering 2025 Kemendugbangga/BKKBN Jawa Timur dimulai dengan suasana pagi berkabut di kawasan penginapan. Rombongan jurnalis dari berbagai media berangkat melakukan liputan lapangan menggunakan Jeep, menyusuri jalan berliku menuju permukiman warga di sekitar lokasi acara.
Dipimpin Kasubag Umum dan Humas Kemendugbangga/BKKBN Jawa Timur, Iwan Yulianto, SPd, MSi, para jurnalis melakukan kunjungan langsung ke rumah salah satu penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni Wulan (20), ibu hamil yang kandungannya telah memasuki usia 37 minggu di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Mojokerto pada Jumat 28 November 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Wulan mengungkapkan rasa syukurnya karena bantuan nutrisi yang diterima sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi menjelang persalinan.
“Walaupun tidak banyak, tapi sangat membantu,” ujarnya sambil tersenyum. Ia juga memastikan dirinya rutin memeriksakan kandungan di puskesmas.
Iwan Yulianto menjelaskan bahwa program MBG memiliki sasaran kelompok 3B ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita non-PAUD sebagai langkah percepatan penurunan stunting di Jawa Timur. Menurutnya, keterlibatan media dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata pendekatan pentahelix.
“Ini adalah kerja sama pentahelix antara BKKBN dan media. Kehadiran teman-teman media minimal mampu meringankan beban masyarakat,” kata Iwan. Ia menambahkan bahwa perkembangan program MBG telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, yang disebut memberikan dukungan penuh.
Dari permukiman warga, rombongan melanjutkan perjalanan ke Air Terjun Jolotundo, yang saat itu tengah digunakan masyarakat Hindu setempat untuk melaksanakan upacara penyucian diri. Kunjungan berlangsung singkat karena keterbatasan waktu, sebelum rombongan kembali ke hotel untuk mengikuti sesi penutupan.
Menjelang siang, Media Gathering 2025 resmi ditutup oleh Iwan Yulianto. Ia menyampaikan harapan agar kegiatan ini memperkuat peran jurnalis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan sosial untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
“Dulu media hanya menjadi penyambung lidah pemerintah. Kini peran jurnalis lebih aktif, menjadi subjek yang ikut terjun ke lapangan,” ujarnya.
Kunjungan langsung ke masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi pemerintah dan media dalam menyukseskan upaya percepatan penurunan stunting, sekaligus memastikan kesehatan generasi masa depan terjaga sejak dalam kandungan.














