MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Menjelang datangnya bulan kemenangan (Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah tahun 2024) untuk umat muslim setelah berpuasa sebulan penuh, Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung Polda Jawa Timur melakukan fogging sebagai upaya mengantisipasi mewabahnya penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Fogging tersebut menyasar di Mapolres Tulungagung, Rumah dinas Kapolres, Wakapolres, dan sekitarnya dilakukan oleh Seksi Kedokteran Kepolisian dan Kesehatan Kepolisian (Sie Dokkes) Polres Tulungagung bersinergi dengan Rumah Sakit Bhayangkara dan Dinas Kesehatan setempat, Senin (8/4/2024).
Dalam keterangan resmi, Kapolres Tulungagung Polda Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Teuku Arsya Khadafi, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Inspektur Polisi Satu (IPTU) Mujiatno mengatakan bahwasanya fogging atau pengasapan adalah salah satu upaya untuk mencegah serangan nyamuk Aedes Aegypti.
Kendati demikian, sambung dia, untuk melakukannya tak bisa sembarangan. Bila dilakukan asal-asalan, justru malah akan berbahaya. Sebab, material fogging mengandung bahan kimia beracun yang sangat berbahaya jika dihirup.
“Jadi begini, fogging ini bertujuan agar masyarakat tidak terjangkit wabah DBD,” kata Mantan Wakapolsek Campurdarat Polres Tulungagung, Polda Jawa Timur,” kata Mujiatno.
“Polri khususnya Polres Tulungagung akan terus melakukan upaya pencegahan dan memberantas penyebaran wabah DBD di wilayah kabupaten Tulungagung,” imbuhnya.
Mujiatno menambahkan kegiatan aksi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan 3 M Plus dilakukan menjelang lebaran.
“Aksi PSN 3M Plus, Basmi Nyamuk Menjelang Lebaran dengan cara foging di Jajaran Polres Tulungagung, selain itu juga dengan 3M plus & pemberian larvasida (ABATISASI),” tambahnya.
Lebih lanjut Mujiatno menjelaskan 3 M itu yang pertama yakni menguras tempat penampungan air dengan rutin sehingga tidak ada jentik nyamuk, selain itu jangan lupa membersihkan pula tempat-tempat yang digenangi air.
Kedua, jelas dia, menutup tempat penampungan air untuk menghindari nyamuk aedes aegypti berkembang biak. Sedangkan ketiga adalah mengubur barang-barang bekas yang dapat ditempati untuk tumbuh bibit jentik nyamuk.
“Kami menghimbau untuk masyarakat, jangan lupa melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan jentik seminggu sekali,” pungkasnya.














