BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemkab Sidoarjo Siapkan Gerakan Pangan Murah

×

Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemkab Sidoarjo Siapkan Gerakan Pangan Murah

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menyiapkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Langkah tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sidoarjo yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (12/2/2026). Rapat dipimpin langsung Bupati Sidoarjo H. Subandi dan dihadiri sejumlah instansi, di antaranya Perum Bulog Cabang Surabaya, BPS Sidoarjo, DPRD Sidoarjo, Kejari Sidoarjo, Polresta Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, serta Bank Indonesia.

Bupati Subandi meminta seluruh pihak bersinergi menjaga stabilitas harga pangan agar tidak membebani masyarakat menjelang Ramadan dan Lebaran.

“Nanti kita mengadakan Gerakan Pangan Murah, dari Bulog dengan penjualan beras SPHP. Teman-teman DPRD Sidoarjo juga memanfaatkan masa resesnya untuk menggelar penjualan sembako murah. Kami yakin dengan kebersamaan seperti ini, harga-harga yang biasanya naik bisa kita tekan,” ujarnya.

Ia juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali menggelar operasi pasar beras SPHP serta menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mendukung penyaluran beras tersebut. Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 Sidoarjo juga diminta turut membantu pelaksanaan penjualan beras SPHP kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Eni Rustianingsih, mengatakan pihaknya akan menggelar GPM, membentuk kios pangan, serta mengoptimalkan Satgas Pangan untuk memantau stok dan harga beras di ritel modern maupun pasar tradisional.

Selain itu, untuk menjaga ketersediaan stok beras, pihaknya akan memfasilitasi nota kesepahaman (MoU) antara BUMDes dan Lembaga Penggilingan Gabah (LPG) agar BUMDes membeli gabah petani. Pemerintah juga akan menerbitkan surat edaran bupati yang mengimbau petani menunda penjualan 10 persen hasil panen, khususnya bagi yang menerima bantuan bibit, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan).

“Dengan cara itu petani tidak merasakan dampak inflasi jika terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Sidoarjo Widiyantoro Basuki menyampaikan pihaknya akan menggelar empat kali distribusi bahan pokok murah hingga Maret mendatang. Salah satunya distribusi minyak goreng merek Minyak Kita di Pasar Larangan, Pasar Porong, dan Pasar Krian.

Widiyantoro mengungkapkan, sejumlah komoditas saat ini mengalami kenaikan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), di antaranya beras premium dan medium, minyak goreng Minyak Kita, serta cabai rawit merah.

Harga rata-rata beras premium tercatat naik dari HET Rp14.900 menjadi Rp15.326 per kilogram. Beras medium dari HET Rp13.500 menjadi Rp13.785 per kilogram. Minyak goreng Minyak Kita dari HET Rp15.700 per liter menjadi Rp16.916 untuk kemasan pouch dan Rp17.172 untuk kemasan botol. Sementara cabai rawit merah melonjak dari kisaran HET Rp40.000–Rp57.000 menjadi Rp76.810 per kilogram.

“Khusus beras medium, kami sudah membuat edaran kepada kecamatan yang diteruskan ke desa-desa agar tidak dijual lebih dari Rp13.500,” katanya.

Meski demikian, ia menambahkan secara umum sejumlah komoditas lain justru mengalami penurunan harga pada Februari, seperti gula pasir dalam negeri, daging ayam broiler, telur ayam ras, daging sapi, serta cabai merah besar keriting. Adapun harga bahan pokok lainnya masih bersifat fluktuatif.