MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Imbas ambruknya jembatan di Muara Lawai, Lahat terus diusut pihak kepolisian. Disisi lain, anggota juga membuat jalur alternatif, untuk angkutan batubara sampai batas waktu yang belum bisa dipastikan, Palembang, Selasa (1/7/2025).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan, Kombes Maesa Soegriwo menyebutkan pelarangan tersebut menggunakan jembatan sisi sebelahnya, namun dipergunakan untuk kendaraan kecil.
“Sementara untuk truk-truk batubara kita parkirkan dulu (distop), belum bisa melintas. Untuk kendaraan pribadi, sambako dan penganggkut BBM masih bisa melintas dengan sistem buka tutup, lakukan rekayasa lalu lintas,” ujar Maesa saat diwawancarai usai menghadiri acara HUT Bhayangkara di Mako Brimob Sumsel, Selasa (1/7/2025).
Maesa pun tak menutup kemungkinan bakal ada tersangka dalam kejadian itu, karena menyebabkan ada korban terluka hingga kerugian negara. Saat ini polisi bersama pihak terkait masih terus mendalami penyebab ambruknya jembatan itu.
“Kita terus berkoordinasi dengan PPK jembatan tersebut untuk kita tahu penyebab ambruknya jembatan itu. (Untuk penetapan tersangka) kita masih terus mengumpulkan informasi selengkap-lengkapnya untuk itu kita berkoordinasi dengan Kapolres, Kakorlantas dan sebagainya,” katanya.
Setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian pada Senin, 30 Juni 2025 kemarin, Maesa mengklaim jika akibat peristiwa itu ada 1 korban luka berat dan 1 korban luka ringan. Sementara untuk proses evakuasi keempat truk di sana kemungkinan akan rampung hari ini.
“Satu korban luka berat dan satu korban luka ringan. Insyaallah hari ini empat truk tersebut akan selesai semua dievakuasi,” jelasnya.














