BERITA TERKINI

Jembatan Gantung Penghubung 2 Desa di Ciamis Rusak, Warga Harapkan Perbaikan Permanen

×

Jembatan Gantung Penghubung 2 Desa di Ciamis Rusak, Warga Harapkan Perbaikan Permanen

Sebarkan artikel ini
embatan gantung berada di atas Sungai Cimuntur Dusun Babakan Desa Sadewata berbatasan dengan Dusun Bojong Sukamulya Desa Rawa Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar), mengalami kerusakan (Alvine / Mattanews.co)
embatan gantung berada di atas Sungai Cimuntur Dusun Babakan Desa Sadewata berbatasan dengan Dusun Bojong Sukamulya Desa Rawa Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar), mengalami kerusakan (Alvine / Mattanews.co)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

 

MATTANEWS.CO, CIAMIS – Jembatan gantung berada di atas Sungai Cimuntur Dusun Babakan Desa Sadewata berbatasan dengan Dusun Bojong Sukamulya Desa Rawa Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar), mengalami kerusakan.

Jembatan tersebut merupakan akses utama warga dari ke dua desa, sudah rusak cukup parah dan membahayakan warga yang melintas.

“Kondisi jembatan gantung saat ini rusak, karena banjir besar pada bulan Januari 2021 lalu. Pondasi bawah ambruk terbawa air dan besi penyangga miring,” kata Kepala Dusun Babakan Desa Sadewata Udi Rusdiana kepada Mattanews.co, di lokasi jembatan gantung, Senin (7/6/2020).

Jembatan gantung uang dibangun 10 tahun silam, sudah termakan usia. Ditambah lagi, dengan banjir besar yang akibatnya jembatan rusak parah.

Bahkan saat banjir tinggi beberapa waktu lalu, para warga gotong royong menarik penopang besi, agar posisi lantai kayu jembatan lurus. Samun jembatan tersebut, belum bisa dilalui karena khawatir membahayakan masyarakat.

“Kalau jembatan ini tidak juga segera diperbaiki secara permanen, mobilisasi masyarakat tentunya sangat terganggu dan kesulitan,” katanya.

Kepala Dusun Bojong Sukamulya Ade Sopyan Ramdani menuturkan, pengurus dan masyarakat sebenarnya sudah melakukan perbaikan secara swadaya, ketika jembatan tersebut rusak.

“Perbaikan yang dilakukan, misalnya dengan mengganti kayu lantai jembatan agar tidak amblas sebelum rusak parah. Karena pernah banjir di bulan Januari 2021 lalu,” kata Udi.

Namun karena khawatir, lanjutnya, warga menutup jembatan. Untuk sementara waktu, jembatan tersebut belum bisa digunakan sebelum adanya secara permanen. Karena demi keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan ketika dilintasi.

Ade melanjutkan, keberadaan jembatan itu sangat vital bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian, seperti padi. Selain itu juga, jembatan tersebut sebagai akses pedagang, pekerja bangunan dan anak sekolah.

“Petani, pedagang, pekerja bangunan dan anak sekolah juga lewat jembatan ini,” ucapnya.

Dia melanjutkan, rusaknya jembatan yang menghubungkan Desa Rawa dengan Desa Sadewata, membuat warga harus memutar sekitar dua kilometer. Yaitu melewati Desa Maparah Kecamatan Panjalu, menuju ke Desa Sadewata yang merupakan jalan utama.

Warga Desa Sadewata Umin yang sedang bertani di dekat lokasi jembatan menyampaikan, masyarakat sangat mendambakan jembatan gantung ini diperbaiki secara permanen.

“Harapan kami agar pemerintah kabupaten, menganggarkan untuk pembangunan jembatan gantung ini. Karena perannya vital bagi perekonomian dan aktivitas sehari-hari masyarakat setempat,” katanya.

Ditambahkan warga Desa Rawa Andi, dengan kondisi jembatan seperti sebelumnya, mereka sangat bersyukur, walaupun dibangun oleh pemerintah desa setempat, hanya ditopang dengan besi gantung dan memakai lantai kayu.

“Karena sangat bermanfaat, apalagi kalau diperbaiki lebih layak secara permanen pastinya masyarakat akan sangat senang sekali,” ungkapnya.