Reporter: Andre Bara
Jumputan Nanas Prabumulih Pukau Pengunjung Palembang Fashion Food Festival 2020
PRABUMULIH, Mattanews.co – Kota Prabumulih mempersembahkan inovasi terbaru untuk dunia fashion tanah air berupa kain jumputan yang bahan kainnya berasal dari pemanfaatan limbah buah nanas yang banyak terdapat di wilayahnya.
Kain khas Prabumulih ini, telah berhasil memukau pengujung Malam Karya Kriya Sriwijaya Palembang Fashion Food Festival 2020, di Atrium Palembang Indah Mall (PIM), Sabtu (7/11/2020) malam.
Kain kreasi putra-putri daerah itu tampak sangat anggun saat dipamerkan di catwalk. Perpaduan warna sederhana, serta bentuk gaun yang elegan dan menarik begitu memikat perhatian pengunjung.
Ketua Dekranasda Kota Prabumulih, Hj Suryanti Ngesti Rahayu Ridho mengatakan kain jumputan itu, merupakan hasil kreasi serta inovasi pengrajin Kota Prabumulih. Menurutnya, bahan kain memanfaatkan limbah dari buah nanas.
“Alhamdulillah, Dekranasda Kota Prabumulih malam ini bisa ikut serta pada Malam Karya Kriya Sriwijaya besutan Dekranasda Provinsi Sumsel,” ujar Suryanti.
Suryanti mengatakan, ada enam motif kain jumputan yang pihaknya pamerkan dalam pagelaran busana tersebut.
“Desain pakaian para model tadi, dibuat oleh desainer Miranti, yang sudah terkenal dalam dunia fashion tanah air,” jelasnya.
“Dan Pagelaran kita namanya Simbur Cahaya Bungaran. Artinya aturan atau kaedah yang menghasilkan cahaya dari kota Nanas,” sambungnya.

Prabumulih Akan Kembangkan Kain Jumputan Berbahan Serat Nanas
Suryanti mengungkapkan, bahwa pihaknya terus mendorong pengrajin kain daerah, untuk bisa terus bereksperimen dan menghasilkan inovasi produk yang masyarakat minati. Dekranasda Kota Prabumulih telah berupaya meningkatkan keahlian, para pengrajin melalui berbagai kegiatan pelatihan.
Organisasi juga aktif dalam mempromosikan dan memasarkan hasil karya dari pengrajin.
Suryanti juga menuturkan, kain jumputan khas Kota Prabumulih juga nantinya ada pengembangan.
“Kain yang saat ini kan berasal dari limbah buah Nanas. Nah, kedepannya kami akan membuat suatu kain yang bahannya berasal dari serat nanas. Mudah-mudahan 2021 bisa terlaksana,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Sumsel, Hj Febrita Lustia Herman Deru mengatakan Malam Karya Kriya Sriwijaya adalah untuk memotivasi dan membantu UMKM. Agar tetap bersemangat membuat kerajinan. terutama busana dan kain khas Sumsel.
“Harapannya kegiatan ini juga menjadi ajang bagi para desainer, untuk terus berkarya walaupun sedang menghadapi Pandemi Covid-19,” pungkasnya.
Editor: Fly














