Kadisbud Sulbar Diminta Mutasi Kepala SMK Salumanurung

MATTANEWS.CO, SULBAR – Polemik pembangunan SMK Salumanurung, Desa Salumanurung, Kecamatan Budong-budong Kabupaten Mamuju Tengah masih bergulir.

Polemik ini berawal sejak dibentuknya kelompok masyarakat (pokmas) yang dinilai tak sesuai prosedur, dan tak melibatkan masyarakat bahkan tanpa sepengetahuan pemerintah desa.

Harling warga Salumanurung menjelaskan, Pokmas sudah ada dan di-SK pemerintah desa berdasarkan musyawarah masyarakat bersama kepala desa.

“Kami sudah ada Pokmas yang beralamat di Desa Salumanurung, melalui musyawarah bersama melibatkan pihak sekolah dan mendapat SK kan kepala desa,” jelasnya.

Dia meminta Kadisbud Sulbar memutasi Kepala SMK Salumanurung, karena telah berbohong dalam pembentukan Pokmas pembangunan SMK program DAK 2022.

“Pernyataan Kepala SMK Salumanurung di media online, bahwa kelompok masyarakat peduli pendidikan sesuai juknis dari dinas terkait,” pintanya.

Dia menilai, seharusnya jangan diberi nama pokmas tapi kelompok guru (pokgur) karena seluruh pengurusnya guru. Menurutnya hal itu hanya mencari pembenaran karena tak sesuai kenyataan.

“Sebelum pokmas yang dibentuk ini bekerja kami minta Kabid SMK, camat dan kades melakukan rapat sehingga pokmas yang terbentuk sesuai aspirasi masyarakat. Kalau di sana ada tanda tangan kades, artinya SK pokmas bentukan kepala sekolah itu palsu,” pungkasnya.

Bacaan Lainnya

Kadisdikbud Sulbar, M Natsir mengatakan, pihaknya hanya memerintahkan pemerintah setempat untuk membentuk pokmas dan tidak pernah menginstruksikan pihak lain.

“Pokmas nantinya bertugas melaksanakan kegiatan yang telah ada dan sudah diakui oleh pemerintah setempat,” katanya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait