MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tulungagung, Provinsi Jawa Timur yang baru, Daniel de Rozari, S.H., M.H., L.i., resmi memperkenalkan diri di hadapan Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dan Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (6/11/2025) malam.
Dalam sambutannya yang hangat dan penuh kesan, Daniel mengisahkan perjalanan panjang kariernya yang telah melintasi berbagai daerah di Indonesia, mulai dari ujung selatan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Bandung, Jawa Barat.
“Saya ini bisa dibilang setengah NTT dan setengah Jawa Barat, tapi besar di Yogyakarta. Sudah bertugas dari pulau paling selatan sampai perbatasan Malaysia. Kini, Tuhan menuntun saya untuk mengabdi di Tulungagung,” tutur Daniel membuka sambutannya disambut tepuk tangan hadirin.
Perjalanan Karier Panjang Seorang Jaksa
Daniel mengawali tugasnya sebagai jaksa di NTT, tepatnya di Pulau Rote dan Labuan Bajo. Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjadi Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selama lebih dari dua tahun. Setelah itu, ia meniti karier di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, menempati sejumlah posisi strategis selama lima tahun lebih.
Pengalaman itu membawanya meraih promosi sebagai Kajari Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, daerah perbatasan langsung dengan Malaysia. Dari sana, satu bulan lalu, Daniel resmi menerima Surat Keputusan (SK) dari pimpinan untuk memimpin Kejaksaan Negeri Tulungagung, menggantikan pejabat sebelumnya Tri Sutrisno, S.H., M.H., yang kini menjabat sebagai Kabid Humas Kejaksaan Agung RI.
Kesan Pertama tentang Tulungagung
Daniel mengaku sempat merasa asing dengan Tulungagung. “Terus terang, sebelum SK keluar saya belum pernah ke Tulungagung. Tapi setelah saya searching di Google dan Wikipedia, saya lihat daerah ini luar biasa, IPM tinggi, masyarakatnya sejahtera, dan pemerintahnya solid. Begitu datang langsung terasa hangatnya sambutan semua pihak,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Kajari lama, Tri Sutrisno, atas berbagai cerita positif dan hubungan baik yang telah terjalin antara Kejaksaan dengan Pemerintah Daerah Tulungagung.
“Hampir tidak ada cerita yang tidak baik tentang Tulungagung dari Pak Tri. Terima kasih atas warisan sinergi yang luar biasa. Kami mohon izin melanjutkan dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pihak,” ujarnya.
Komitmen untuk Kolaborasi dan Pelayanan Publik
Dalam kesempatan itu, Daniel juga menegaskan komitmennya untuk menjaga sinergitas Forkopimda dan memperkuat peran Kejaksaan dalam pelayanan hukum yang humanis dan berintegritas.
“Kami mohon dukungan penuh dari Bapak Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh jajaran Forkopimda. Kami siap bekerja sama untuk mewujudkan Tulungagung yang semakin baik, maju dan masyarakat yang semakin sejahtera,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, Daniel tak lupa menyampaikan doa dan harapan bagi pendahulunya, Tri Sutrisno, yang kini bertugas di pusat.
“Kapan pun Pak Tri ingin berlibur ke Tulungagung, kami akan sambut dengan tangan terbuka. Dan kami yakin, ke depan nama beliau akan sering muncul di televisi nasional dalam setiap konferensi pers Kejaksaan Agung,” ujarnya menutup sambutan yang disambut hangat seluruh undangan.
Kehadiran Daniel de Rozari menandai babak baru kepemimpinan Kejaksaan Negeri Tulungagung. Dengan pengalaman lintas wilayah dan semangat kolaboratif, publik menaruh harapan besar agar sinergi antara penegakan hukum dan pembangunan daerah semakin kokoh menjadikan Tulungagung tak hanya dikenal karena kesejahteraannya, tetapi juga karena keadilannya.














