MATTANEWS.CO, JAMBI – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, bersama jajaran struktural melaksanakan panen jamur tiram di Sentra Ketahanan Pangan berbasis smart farming Lapas Jambi, Selasa (23/12/2025).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Lapas Jambi dalam mendukung program pembinaan kemandirian Warga Binaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Panen jamur tiram tersebut dilakukan di area pembinaan kemandirian Lapas Jambi dengan memanfaatkan teknologi smart farming. Sistem ini memungkinkan proses budidaya dilakukan secara terukur dan modern, mulai dari pengaturan suhu dan kelembapan ruangan hingga pemantauan pertumbuhan jamur secara berkala, sehingga menghasilkan panen yang optimal dan berkualitas.
Kalapas Jambi, Syahroni Ali, menegaskan bahwa program budidaya jamur tiram tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomis, tetapi juga sebagai sarana pembekalan keterampilan praktis bagi Warga Binaan agar siap kembali ke masyarakat.
“Budidaya jamur tiram ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari pembinaan kemandirian. Warga Binaan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang bisa menjadi bekal usaha setelah bebas nanti, sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas Jambi,” ujarnya.
Program ini juga dirasakan langsung manfaatnya oleh Warga Binaan yang terlibat. Salah satunya berinisial D, yang mengaku mendapatkan banyak ilmu baru melalui penerapan teknologi smart farming.
“Saya belajar bagaimana mengatur suhu, kelembapan, dan perawatan jamur tiram dengan sistem yang lebih modern. Ilmu ini sangat bermanfaat dan insyaallah bisa saya terapkan setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Hasil panen jamur tiram tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan internal dapur Lapas Jambi, serta dipasarkan secara terbatas sebagai produk unggulan hasil pembinaan Warga Binaan. Selain menambah nilai ekonomi, langkah ini juga menjadi sarana pelatihan kewirausahaan yang berkelanjutan.
Kegiatan panen jamur tiram ini menjadi bukti nyata sinergi antara pembinaan kemandirian, pemanfaatan teknologi modern, dan penguatan ketahanan pangan. Hal tersebut sejalan dengan upaya Lapas Jambi dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berkelanjutan. (*)














