MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Kabupaten Tulungagung Tunggul Buwono A.Md., IP., S.H., M.H., membeberkan asal usul R. Moestopo sebagai nama auditorium di lapasnya.
Tunggul mengatakan pihaknya sebelumnya telah melayangkan surat permohonan nomor W.15.PAS.PAS.14-UM.01.02-403 tanggal 21 Maret 2022 penggunaan R. Moestopo sebagai nama auditorium di lapas yang dirinya pimpin.
Hal ini dibeberkan oleh Tunggul dihadapan awak media di kantor Lapas IIB Kabupaten Tulungagung, Senin (19/9/2022) Sore.
“Kita menerima surat balasan dari Bupati Tulungagung nomor 181/277/013/2022 pada tanggal 31 Maret 2022 yang isinya dengan segala pertimbangan termasuk alasan historis R. Moestopo selaku Kepala Pemerintahan Kabupaten Tulungagung yang telah meresmikan Penjara Tulungagung pada tahun 1954,” ucapnya.
“Maka disetujui penggunaan R. Moestopo pada fasilitas gedung/aula pada Lapas IIB Tulungagung,” imbuhnya.
Dia menambahkan pemberian nama R. Moestopo merupakan sebagai bentuk terima kasih atas jasa dan perannya dalam melakukan relokasi bangunan Lapas sebelumnya ke lahan di Desa Rejoagung Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.
“Atas peranan Bapak R. Moestopo telah membantu merelokasi dari bangunan lama ke bangunan baru yang berada di jalan Pahlawan Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru,” tambahnya.
“Atas jasa-jasa Beliau itu lalu kami abadikan sebagai nama aula di Lapas IIB Tulungagung,” imbuhnya.
Sebelumnya, lebih lanjut Tunggul menjelaskan pihaknya sudah melakukan kajian terlebih dahulu diantaranya mengunjungi kantor Pustaka Daerah. Hal itu dilakukan sebagai upaya menelusuri keberadaan dan kebenaran fakta dari asal usul Lapas IIB Tulungagung.
Atas kajian dilengkapi dengan data-data itu setelah dipandang sudah lengkap dan valid, akhirnya pihaknya melayangkan surat permohonan kepada Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M.
“Proses yang kita lakukan dalam mencari dan mengkaji sejarahnya sudah dilakukan satu tahun sebelumnya,” terangnya.
“Jadi kita layangkan surat ke Pak Bupati Tulungagung tanggal 21 Maret 2022, sembilan hari kemudian pada 31 Maret 2022 mendapat balasan yang isinya disetujui gedung atau aula itu diberi nama R.Moestopo,” sambungnya.
Lebih dalam Tunggul memaparkan Lapas IIB Tulungagung berdiri pada tahun 1954. Adapun asal usul berdirinya bernama Penjara Tulungagung, setelah berubah menjadi Rumah Tahanan Negara Tulungagung.
Kemudian pada tanggal 10 April 2004 berganti nama sebagai Lapas Kelas IIB Kabupaten Tulungagung.
“Lapas IIB Tulungagung itu berdiri diatas lahan seluas 12.000 meter persegi, dengan luas bangunan 11.700 meter persegi,” paparnya.














