MATTANEWS.CO, SULBAR – Salah satu penyumbang tingginya angka stunting di Provinsi Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Polewali Mandar adalah pernikahan dini.
Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat, Rezky Murwanto pada kegiatan Promosi dan KIE Program Percepatan Stunting kepada masyarakat di Desa Tandasura, Kecamatann Limboro, Kabupaten Polewali Mandar.
Pada kesempatan tersebut Rezky Murwanto menyampaikan bahwa pernikahan usia dini sangat beresiko, karena belum siap, baik secara fisik maupun mental untuk menjadi orang tua, jadinya harapan untuk menghasilkan keluarga yang berkualitas tidak terwujud.
“BKKBN menghimbau kepada para masyarakat agar menikahkan anaknya pada usia 21 tahun bagi perempuan, sedangkan laki-laki pada usia 25 tahun. Terkhusus bagi calon ibu, jika belum siap dibuahi maka anak yang dilahirkan nantinya akan berpotensi stunting,” kata Rezky Murwanto, Rabu (7/2/2024) .
Dia mengatakan, Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi penyakit berulang, terutama sejak dalam kandungan hingga anak usia di bawah dua tahun atau di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Program percepatan penurunan stunting menjadi program prioritas nasional dengan target penurunan stunting menjadi 14 persen pada ahun 2024.
“Sulawesi Barat berada pada posisi kedua tertinggi stuntingnya se-Indonesia dengan persentase 35%, Kabupaten Polewali Mandar juga pada posisi kedua se-Sulawesi Barat dengan persentase 39.3%, kita perlu melakukan pencegahan seperti minun tablet tambah darah pada remaja putri dan makan makanan yang bergizi seperti daging dan sayur hijau,” ucap Rezky Murwanto.
Rezky Murwanto juga menyampaikan bahwa untuk pencegahan stunting BKKBN juga memiliki program Cegah 4T, Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Banyak dan Terlalu Dekat. Selain itu program BKKBN bukan hanya tentang alat kontrasepsi, tapi merencanakan masa depan, sesuai tagline BKKBN saat ini, Berencana itu Keren, rencanakan sekolah, kuliah, kerja termasuk merencanakan pernikahan dengan baik.
Pada kesempatan tersebut Rezky Murwanto menyampaikan bahwa Sulbar memiliki garis pantai yang panjang, dari Polman hingga Pasangkayu, sehingga untuk mengkonsumsi ikan secara rutin sangat mudah, kandungan omega tiga pada ikan sangat bermanfaat untuk perkembangan otak anak.
“Saat ini IKN (Ibukota Nusantara) sedang di bangun, anak-anak Sulbar harus dipersiapkan agar bisa berkontribusi untuk membangun IKN, kalau SDM sulbar tidak mampu bersaing dengan yang lain, maka kita hanya akan jadi penonton saja,” tutup Rezky.














