BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINALNUSANTARA

Kapolres Tulungagung : 90 Persen Terlibat Laka Lantas Didominasi Generasi Milenial

×

Kapolres Tulungagung : 90 Persen Terlibat Laka Lantas Didominasi Generasi Milenial

Sebarkan artikel ini

* Dalam Rangka Operasi Keselamatan Semeru 2024

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung Polda Jawa Timur menggelar apel gelar pasukan operasi keselamatan Semeru tahun 2024 dan pengamanan aksi keselamatan jalan di halaman Mapolres setempat, Sabtu (2/3/2024).

Saat dijumpai, Kapolres Tulungagung Polda Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Teuku Arsya Khadafi, S.H., S.I.K., M.Si., menyebutkan, tingkat kecelakaan lalu-lintas (laka lantas) di jalan raya berdasarkan data didominasi oleh kawula muda.

Oleh sebab itu, sambung Arsya lebih akrab disapa, sasaran Satuan lalu-lintas (Satlantas) dalam Operasi Keselamatan Semeru 2024 ini kepada generasi milineal.

“Sasaran dalam Operasi Keselamatan Semeru 2024 kepada pengguna jalan, dan sesuai disampaikan dalam data bahwa 90 persen yang terlibat dalam laka lantas rata-rata generasi muda atau milenial,” tutur Arsya dihadapan awak media.

“Sehingga nantinya kami akan menerapkan cara-cara kekinian untuk memberikan edukasi, dan tentunya dengan memanfaatkan medsos (Media sosial) dan juga himbauan ke sekolah atau ke tempat tempat potensi terjadi atau pelaku kecelakaan ini berdomisili,” imbuhnya.

Teuku Arsya Khadafi pernah menjabat Kapolres Probolinggo Polda Jawa Timur menambahkan hari ini Polres Tulungagung menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi keselamatan Semeru tahun 2024 dan Pengamanan Aksi Keselamatan Jalan yang dilaksanakan mulai 4-17 Maret 2024.

Dalam Operasi Keselamatan Semeru 2024, jelas Arsya, pihaknya lebih mengedepankan fungsi preemtif dan preventif tentunya.

Akan tetapi saat pelaksanaan kegiatan jika ditemukan pelanggaran lalu-lintas yang memiliki potensi menimbulkan fatalitas kepada dirinya atau orang lain, maka akan dilakukan penindakan tilang secara manual.

“Dan, tentunya dalam hal ini masyarakat agar bisa mematuhi peraturan peraturan lalu-lintas yang ada. Tadi, sebagaimana disampaikan dalam amanat Pak Kapolda Jatim, Irjen Pol. Drs. Imam Sugianto, M.Si, dengan adanya kondisi saat ini memang terkait kepatuhan ada tren penurunan,” tambahnya.

“Kami berharap digelar Operasi Keselamatan Semeru 2024 ini agar masyarakat kembali tertib dalam berlalu-lintas, sehingga angka laka lantas bisa menurun dan tidak menimbulkan fatalitas ataupun kerugian jangka panjang baik kepada dirinya maupun orang lain terdampak,” tambahnya.

Menurut Arsya, pihaknya menyadari laka lantas di jalan raya sangat didominasi generasi muda. Oleh karena itu dalam Operasi Keselamatan Semeru 2024 ini pihaknya akan kedepankan preemtif dan preventif.

Hal itu, kata Arsya, dengan cara melakukan edukasi dan himbauan maupun teguran keras, tetapi manakala sudah dilakukan maka petugas tidak segan untuk melakukan tindakan represif dengan cara menilang pengendara tersebut.

“Tentunya, selain kami memberikan imbauan surat ke sekolah-sekolah, di medsos, dan juga akan mengirimkan anggota untuk memberikan edukasi dan berinteraksi secara langsung dengan pelajar terkait bahaya pengendara dibawah umur dan tidak mematuhi aturan,” ujarnya.

Lebih lanjut Arsya menjelaskan untuk kegiatan laka-lantas di wilayah hukum Tulungagung di awal tahun 2024 mengalami tren peningkatan.

“Akan tetapi dengan adanya intervensi pihak Satlantas bersama-sama Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung untuk tingkat fatalitas sudah ditekan seminimal mungkin, sehingga disini dengan melihat data angka laka lantas yang meningkat laka lantas ini didominasi oleh pengendara pemula atau generasi milenial,” terangnya.

“Dalam operasi ini yang menjadi atensi kami yakni titik dimana kegiatan masyarakat cukup tinggi diantaranya wilayah kota, perbatasan Kediri (Ngantru), wilayah ngunut. Dan, tentunya perhatian kami jalur lintas selatan, apalagi menjelang ramadan,” imbuhnya.

“Pasukan di Tulungagung yang kami kerahkan dalam Operasi Keselamatan Semeru 2024 ini dari pihak kepolisian ada 95 personel ditambah stakeholder terkait baik dari Dishub, Satpol PP, maupun dari TNI,” pungkasnya.