Kapolri Ajak Ojol dan Buruh Jadi Garda Kamtibmas, 5.000 Pekerja Deklarasi “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae”
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat pekerja kembali diperkuat. Sebanyak 5.000 pengemudi ojek online (ojol) dan buruh mengikuti Apel Ojol dan Buruh Kamtibmas yang dipimpin langsung oleh Listyo Sigit Prabowo di Stadion Bumi Sriwijaya, Minggu (8/3/2026).
Apel yang mengusung tema “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan antara Polri dan komunitas pekerja dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatera Selatan.
Kapolri menegaskan bahwa komunitas ojol dan buruh memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas daerah.
“Kami mengajak seluruh komunitas ojol dan buruh untuk bersama-sama menjaga stabilitas kamtibmas di Bumi Sriwijaya. Sinergi ini adalah komitmen nyata demi Sumatera Selatan yang aman dan kondusif,” ujar Kapolri.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi oleh Kapolda Sumsel Sandi Nugroho bersama Wakapolda Brigjen Pol Rony Samtana dan jajaran pejabat utama Polda Sumsel.
Turut hadir pula Gubernur Sumsel Herman Deru, Pangdam II Sriwijaya Ujang Darwis, serta Walikota Palembang Ratu Dewa yang menunjukkan dukungan pemerintah daerah dan unsur TNI terhadap penguatan keamanan daerah.
Kapolri mengatakan bahwa keamanan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Kamtibmas tidak mungkin dijaga oleh Polri sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas ojol dan buruh yang setiap hari berada di tengah aktivitas masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan itu, Kapolri juga menyinggung kondisi global yang dinilai dapat berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.
“Situasi geopolitik dunia, termasuk konflik di beberapa kawasan, bisa berdampak pada harga energi dan ekonomi masyarakat. Karena itu kita harus menjaga stabilitas sosial di daerah,” jelasnya.
Menurut Kapolri, stabilitas keamanan merupakan faktor penting dalam menjaga iklim ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Jika keamanan terjaga, maka aktivitas ekonomi juga akan berjalan baik. Karena itu mari kita jaga bersama situasi yang kondusif di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Dalam arahannya, Kapolri juga mengimbau para pengemudi ojek online untuk memanfaatkan layanan darurat Polri.
“Jika menemukan potensi gangguan keamanan, segera manfaatkan layanan 110. Kami ingin respons kepolisian semakin cepat dan mudah diakses masyarakat,” kata Kapolri.
Selain itu, Polri juga tengah mengembangkan fitur panic button khusus bagi pengemudi ojol guna meningkatkan perlindungan bagi pekerja transportasi berbasis aplikasi.
Kapolri juga menegaskan komitmen Polri dalam memberikan dukungan kepada komunitas buruh dan pekerja.
“Polri hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk kepada para pekerja dan buruh,” ujarnya.
Beberapa bentuk dukungan tersebut antara lain akses layanan kesehatan di rumah sakit Bhayangkara, pembentukan Desk Ketenagakerjaan di tingkat Polda dan Polres, serta penguatan perlindungan bagi pekerja.
“Desk Ketenagakerjaan ini diharapkan dapat membantu penyelesaian persoalan pekerja secara cepat dan tepat,” tambah Kapolri.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kapolri juga memastikan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat di seluruh wilayah Indonesia.
“Polri akan menyiapkan Pos Pengamanan, Pos Pelayanan dan Pos Terpadu di berbagai jalur mudik agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Kapolri juga mendorong perusahaan aplikator transportasi online untuk memberikan dukungan sosial kepada para pengemudi.
“Kami berharap perusahaan aplikator dapat menyediakan program mudik gratis bagi para pengemudi ojol sebagai bentuk kepedulian kepada mitra mereka,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi kepolisian dalam membangun keamanan berbasis partisipasi masyarakat.
“Polda Sumsel menjadikan komunitas ojol dan buruh sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat menjaga stabilitas keamanan di Sumatera Selatan,” katanya.
Apel tersebut juga diisi dengan penyematan rompi kepada perwakilan ojol dan buruh serta deklarasi bersama “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae.”
Peserta apel berasal dari berbagai platform transportasi online seperti Grab, Gojek, Maxim, serta Gocar dan Shopee.
Selain itu, kegiatan ini juga diikuti sejumlah organisasi buruh seperti KSPSI Sumsel 1973, KASBI Sumsel, KSPSI Sumsel AGN, SPPLNI-KPBI, dan NIKUEBA-KSBSI.
Usai kegiatan, seluruh peserta menerima bantuan bahan pokok berupa beras, gula, minyak goreng dan mi instan sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan para pekerja.














