MATTANEWS.CO, MUSI BANYUASIN — Dandim 0401/Muba Letkol Inf Dimas Kurniawan memimpin langsung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun 5 Trans Lampung, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB pagi, Sabtu, 19 September 2026 yang melibatkan unsur TNI, Manggala Agni, BPBD, KPH, pemerintah kecamatan, perusahaan, kelompok masyarakat peduli api (KMPA), hingga warga sekitar.
Karhutla terjadi di lahan gambut dengan vegetasi berupa belukar, sawit, dan karet. Lokasi kebakaran berada di area HGU PT Teksico yang saat ini telah dikelola oleh masyarakat. Berdasarkan laporan di lapangan, status api masih terpantau menyala sehingga upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan oleh tim gabungan.
Dandim 0401/Muba Letkol Inf Dimas Kurniawan mengatakan, seluruh personel yang terlibat terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke wilayah lainnya.
“Kami bersama seluruh unsur terkait terus bersinergi melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla. Kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri karena api dapat merambat di bawah permukaan tanah. Oleh karena itu, penanganan dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia,” ujar Dimas Kurniawan.
Ia menegaskan, selain fokus pada pemadaman, tim gabungan juga melakukan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menekan terjadinya karhutla. Kesadaran dan peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar wilayah Musi Banyuasin tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.
Tim gabungan yang diterjunkan terdiri dari personel Kodim 0401/Muba yang dipimpin langsung Dandim 0401/Muba Letkol Inf Dimas Kurniawan dan Danramil 401-04/Bayung Lencir Lettu Inf A. Afriyatna Wijaya beserta anggota. Selain itu, turut bergabung personel Yon TP 948/SS, Manggala Agni, BPBD, KPH, Kecamatan Bayung Lencir, RPK PT Teksico, TRC, RPK PT HBM, KMPA Bromo Sakti, KMPA Manggala Sakti, serta sekitar 40 warga masyarakat.
“Dalam operasi tersebut, tim gabungan didukung berbagai peralatan, di antaranya satu unit mobil pemadam milik TNI AD, satu unit mobil pemadam milik Manggala Agni, dua unit mesin pompa mini striker, dua unit mesin pompa wick, dan satu unit mesin robin,” jelasnya.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga melaksanakan pendinginan, pengecekan lokasi, pendataan, dokumentasi, serta sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat sekitar.
“Hingga pukul 18.00 WIB, tim gabungan masih melakukan pemantauan di lokasi sebelum melaksanakan istirahat dan melanjutkan upaya pengendalian karhutla sesuai perkembangan situasi di lapangan,” tandasnya.














