Reporter : Edo
Sulawesi Barat, Mattanews.co – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kartini Manakarra Sulawesi Barat (Sulbar), menyoroti isu perspektif gender antara laki-laki dan perempuan.
Isu ini disampaikan dalam talkshow Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang digelar Yayasan Karampuang yang mengangkat tema, ‘Perempuan Bersuara : Bangun Solidaritas Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan’.
Direktur Kartini Manakarra Dian Daniati mengatakan, ketika laki-laki tidak menghargai perempuan, maka telah gagal menjadi laki-laki. Dan laki-laki yang hebat adalah laki-laki yang menghargai perempuan.
“Kita membutuhkan seorang laki-laki yang berperspektif gender. Saya ingin merekomendasi beberapa hal. Seperti mulai dari diri kita sendiri yang tentunya harus memiliki Perspektif gender,” katanya, Senin (25/11/2019).
Menurutnya, bagaimana kemudian memperkaya ibu di dalam rumah, mengedukasi anak-anak tentang kesehatan revolusi menjadi penting, untuk menghindari kasus-kasus pelecehan seksual.
Lalu, harus lebih peka, lebih peduli terhadap lingkungan. Karena budaya sendiri tidak boleh dilupakan.
“Memastikan korban memperoleh kepastian hukum. Kita mendorong adanya rumah aman yang menyediakan pengobatan trauma psikologi,” katanya.
Dia juga mendorong para perempuan untuk berani menyuarakan kepada pengambil kebijakan, seperti legislasi lebih dominan mendorong pokja-pokja yang sudah ada.
Seperti Pokja pernikahan usia anak dan Pokja kesetaraan gender untuk lebih mengkolaborasikan persoalan-persoalan perempuan dan anak yang ada di sulawesi barat.
“Entah pernikahan di usia anak, kekerasan terhadap perempuan dan anak, Nilai ujian nasional, UMPK kita sangat miris. Lalu ada sektor olahraga, stunting dan begitu banyaknya persoalan-persoalan,” ungkapnya.
Editor : Nefri














