MATTANEWS.CO, SULBAR – Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dari Januari hingga Mei mencapai 80 Kasus yang menjangkiti warga yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Jumlah Kasus DBD setiap bulannya tidak dapat diprediksi lantaran tergantung dari prilaku kesadaran warga dalam membersihkan linkungannya masing-masing
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Mamuju, Alamasyah Thamrin mengatakan jumlah kasus DBD dari Januari hingga Februari sebanyak 38 kasus, Maret 15 kasus, April 16 kasus.
“Untuk bulan ini (Mei,red) jumlahnya ada 4 Kasus, satu diataranya meninggal dunia, namun soal meninggalknya bukan karena DBD saja akan tetapi ada penyakit lain ikut serta,” Kata Alamasyah Thamrin saat di Konfirmasi via telfon, Jumat (5/5/2023).
Ia juga mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum dapat meprediksi kedepannya kasus DBD di Mamuju akan mengalami penurunan, meski cuaca sudah memasuki musim kemarau.
“Kita tidak dapat prediksi, itu tergantung dari prilaku warga dalam pola hidupnya, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) karena penyebab utama DBD adalah banyak tempat tempat bersarang nyamuk dengue yang membawah penyakit,”ujarnya.
Alamasyah Thamrin, juga mengatakan mengantisipasi meningkatnya penyebaran kasus DBD, Dinkes Mamuju gencar melakukan Fogging.
“Setiap ada laporan, yang masuk kami langsung lakukan foggin. Tapi ini adalah langka terakhir bukan untuk membutus mata rantai penyebaran DBD. Kami menghimbau warga agar selalu melakukan pembersihan lingkungan dan tetap menerapkan Pola 3M,”tutup Alamsya Thamrin.














