Kasus Dugaan Korupsi Alat Pengering Padi, Hakim Perintahkan JPU Dalami Keterlibatan Saksi

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kasus dugaan korupsi pengelolaan alat pengering padi dan jagung (Vertical Driyer) kapasitas 10 ton di Kabupaten OKU selatan yang menjerat dua orang terdakwa atas nama Asep Sudarno selaku Kepala Dinas (Kadin) Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan tahun 2018 sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Firman selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan tahun 2018 dan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Pertanian Kabupaten OKU Selatan yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp. 1,72 milyar, kembali jalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang dengan agenda menghadirkan empat orang saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) OKU Selatan, Jum’at (2/12/2022).

Sidang diketuai oleh Majelis Hakim Sahlan Efendi SH MH dan dihadiri langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKU Selatan Adi Purnama SH MH

Keempat saksi yang dihadirkan langsung dimuka persidangan diantaranya, Erwin Noorewibowo selaku Plh Kepala Dinas Pertanian Sumsel tahun 2018, Yoriyansah selaku Pelaksana Kegiatan, Ir.Ilfantria dan Rina Sofiana saksi dari Dinas Pertanian Sumsel.

Dalam fakta persidangan salah satu Saksi Yoriyansah mengatakan, Saksi menyangkal bahwa terdakwa Firman pernah menyampaikan terkait pekerjaan menggunakan uang negara dan saksi tidak melaporkan secara tertulis dan teknis pekerjaan di Dinas Pertanian OKU Selatan namun saksi hanya menyampaikan secara lisan saja karena saksi merasa dirinya hanya seorang pekerja.

“Terdakwa Firman tidak pernah memberi tahu saya kalau pekerjaan ini menggunakan uang negara,” ungkap saksi.

Saat diwawancarai seusai sidang Kajari OKU Selatan Adi Purnama SH MH mengatakan, untuk kedua terdakwa tidak hanya merugikan keuangan negara namun juga merugikan perekonomian negara karena perbuatan terdakwa telah menyebabkan para petani di OKU Selatan mengalami gagal panen di tahun 2018.

“Perbuatan terdakwa tidak hanya merugikan keuangan negara namun juga merugikan perekonomian negara, karena kewajiban dan tupoksi tidak dijalankan sehingga dana tersebut bisa dicairkan dan dalam fakta persidangan majelis hakim memerintahkan para JPU untuk menjadikan saksi-saksi tadi jadi tersangka dan kita akan mempertimbangkan serta meneliti berdasarkan alat bukti, karena perbuatan terdawa telah merugikan perekonomian negara,” ungkap Kajari OKU Selatan.

Sidang akan dilanjutkan pada minggu depan dengan agenda menghadirkan ahli dan menghadirkan terdakwa untuk saling bersaksi dimuka persidangan.

Bacaan Lainnya

Untuk diketahui Kedua terdakwa terjerat dalam kasus dugaan korupsi Pengelolaan Alat Pengering Padi (Vertical Driyer) Untuk enam kelompok tani yang berada di Kabupaten OKU Selatan, diantaranya.
1.Kelompok Tani Sejahtera Desa Pelangki Kecamatan Muara Dua,
2.Kelompok Tani Karya Remaja Kecamatan Buay Sandang Aji
3.Kelompok Tani Karya Tani Desa Sukananti Kecamatan Muara Dua Kisam,
4.Kelompok Tani Maju Makmur Desa Majar Kecamatan Buay Rawan
5.Kelompok Tani Tunas Muda Desa Tanjung Kari Kecamatan Pulau Beringin.
6.Kelompok Tani Lubuk Bahu Desa Pecah Pinggan Kecamatan Sungai Are di Kabupaten OKU Selatan.

Atas perbuatanya tersangka dijerat dalam Pasal 2 dan Pasal 3 Undang -Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang -undang RI Nomor 20 Tahun. 2001 tentang perubahan atas Undang -undang Rl Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait