HUKUM & KRIMINAL

Kasus Hilangnya Senpi Milik Polda Babel Diduga Libatkan Anggota Polda Sumsel

×

Kasus Hilangnya Senpi Milik Polda Babel Diduga Libatkan Anggota Polda Sumsel

Sebarkan artikel ini

Reporter : Nopri

BABEL, Mattanews.co – Selain Bripda AB dan Bripda MA selaku pelaku utama pencurian senjata api milik Ditsamapta Polda Bangka Belitung (Babel), ternyata diduga kasus hilangnya senjata api berjenis HS milik Ditsamapta Polda Babel tersebut juga melibatkan 4 orang oknum anggota Polri lainnya, Selasa (28/04/2020)

Ke 4 orang anggota Polri tersebut diduga berasal dari Polres OKU, Polres OKU Selatan serta Polres OKU Timur, yang semuanya dibawah naungan Polda Sumsel.

Hal ini terungkap setelah senjata api yang dicuri tersebut berhasil diamankan oleh Polda Sumsel, yang kemudian menghubungi Polda Babel.

Karena sebanyak 3 pucuk senjata yang dicuri tersebut ternyata telah dijual oleh kedua pelaku kepada salah seorang oknum anggota Polri berinisial Bripda BAS, anggota Polres Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Bripda BAS kemudian menjual kembali ke 3 pucuk senjata tersebut kepada Bripda BM dan Bripda Sp, anggota Polres OKU Selatan. sedangkan 2 unit lagi dijual Bripda BAS kepada Bripda Ag, anggota Polres OKU Timur.

Ketiga pucuk senpi tersebut, dijual oleh kedua pelaku utama awal Februari 2020 kepada Bripda BAS, oknum anggota Polres OKU, Polda Sumatera Selatan, seharga Rp 15 juta per pucuknya. Sehingga total ketiga unit yang dijual adalah seharga Rp 45 juta.

Senjata tersebut diserahkan langsung oleh Bripda MA kepada Bripda BAS diwilayah OKU.

Sedang sisa 4 pucuk, dari total 7 pucuk senpi yang dicuri  berhasil diamankan dari lokasi tempat pelaku menyimpan senjata curian tersebut, dirumah salah seorang rekannya, dikawasan Kampung Keramat, Kota Pangkal Pinang.

Menurut Kabid Humas Polda Babel, AKBP Maladi kepada awak media, saat ini kedua pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif di Subdit Jatanras Polda Babel.

“Saat ini kedua pelaku sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan  di Subdit III Jatanras Dit Krimum Polda Kepulauan Bangka Belitung,” ujar Maladi.

Editor : Anang