Reporter : Maret Syahrial
OGAN KOMERING ULU, Mattanews.co – Tim Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan (Sumsel) menyampaikan situasi perkembangan terkini Corona Covid-19 di daerahnya.
Dalam konferensi pers yang digelar di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Baturaja, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten OKU Rozali mengatakan, periode tanggal 14-15 April 2020 sampai dengan pukul 10.00 WIB, terdapat penambahan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 4 orang.
“Dari sebelumnya 110 orang menjadi 114 orang. Ada 27 orang dalam proses pemantauan dan selesai proses pemantauan sebanyak 87 orang,” katanya, Rabu (15/4/2020).
Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), juga mengalami penambahan 1 orang, dengan total 4 orang.
Sedangkan pasien terkonfirmasi Positif Covid-19, masih sama dengan hari sebelumnya yakni sebanyak 3 orang.
“PDP tersebut berasal dari santri pondok pesantren di pulau jawa, yang mudik melalui bandara di Palembang. ”
Namun yang bersangkutan belum sempat pulang ke Kabupaten OKU,” ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan tim kesehatan bandara, yang bersangkutan telah dibawa dan dirawat di Rumah Sakit Siti Fatimah Palembang.
Pasien tersebut langsung diiisolasi selama 14 hari, sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Tim Humas Satgas Covid- 19 Kabupaten OKU menghimbau kepada masyarakat, selalu memakai masker di saat berpergian atau keluar rumah.
“Masker adalah salah satu usaha untuk menanggulangi atau memperlambat laju penyebaran Virus Corona,” ucapnya.
Satgas Covid-19 Kabupaten OKU setiap harinya melakukan upaya kegiatan pencegahan dan penanggulangan, guna memutus matarantai penyebaran Covid-19.
Mulai dari tim Satgas Kabupaten, Satgas Kecamatan dan Satgas Desa yang merupakan Tim Terpadu dari Pemkab OKU, TNI/Polri dan masyarakat.
Terkait dalam kegiatan ini adalah berupa, penyemprotan disinfektan, mengedukasi masyarakat dengan memberikan himbauan dan sosialisasi.
“Lalu melakukan pengecekan dan pemeriksaan kesehatan bagi orang yang masuk dan keluar OKU,” katanya.
Dihimbau kepada masyarakat, jangan panik terhadap wabah ini namun tetap waspada.
Editor : Nefri














