Reporter:Yulie Afriyani
PALEMBANG, Mattanews. co-
Komunitas Bela Indonesia (KBI) terbentuk karena melihat fenomena adanya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pancasila selama 13 tahun terakhir menurun sebanyak 10%. Hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI). Tentu ini merupakan ancaman bagi kita semua, karena hanya Pancasila lah yang dapat menyatukan segala perbedaan yang dimiliki maka dari itu dilaksanakan dialog kebangsaan Indonesia Pilih Pancasila di Graha Bina Praja, Sabtu (16/3/2019).
Ketua Kaukus Perempuan dan Politik Perempuan Indonesia R.A. Anita Noeringhati, SH. MM mengatakan bahwa Pancasila harus terus didengungkan serta diamalkan didalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia ini, dan bangsa Indonesia harus mengawal Pancasila sampai kapan pun.
“Terus kita harus memahami setiap butir yang ada dalam Pancasila serta mengerti akan makna yang terkandung didalamnya,” katanya
Sementara itu, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa BAWASLU Sumatera Selatan Syamsul Alwi, S.Sos,M.Si bahwa realitis dimasyarakat sangat apartis, tahun 1990 kalau ada guru datang maka siswa akan mensujud tangan untuk bersalaman, maka berbeda saat ini, siswa anak sekolah sudah banyak yang rusak moralnya, sangatlah berbeda dan sangat jauh sekali perbedaannya.
“Maka itu menjadi keprihatinan kita, serta kami mengapresiasi kegiatan ini yang telah mengumpulkan peserta. Bahwa setiap regulasi yang menjadi landasan pertama adalah Pancasila dan Undang-Undang 1945,” ungkapnya.
Ketua penyelenggara Kegiatan Jeane Fitria bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 300 peserta dan tamu undangan yang berasal dari berbagai organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, BEM, OSIS dan komunitas. Ketua Pelaksana kegiatan ini.
” Menghimbau dan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan ikut menjaga kondusifitas selama proses Pemilu ini berlangsung. Apapun pilihan kita, harus saling menghargai perbedaan dalam memberikan hak suara. Karena ini cerminan yang terdapat di dalam nilai – nilai Pancasila,” ucapnya
Lebih lanjut, dirinya mengimbau dan mengajak semua kalangan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu tanggal 17 April 2019; menjaga kondusifitas dan mensukseskan Pemilu 2019 agar belangsung aman, damai dan sejuk.
“KBI Sumsel juga mengimbau dan mengajak semua kalangan masyarakat untuk menolak politik uang, berita hoaks, ujaran kebencian, konflik SARA dan kampanye hitam. Kami dari KBI Sumsel mengimbau dan mengajak semua kalangan masyarakat untuk saling menghargai perbedaan pilihan agar terjaganya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara,” paparnya
“Melihat fenomena tersebut, Komunitas Bela Indonesia (KBI) berinsiatif membuat pelatihan 1000 Juru Bicara Pancasila. Pelatihan ini dilakukan di 25 Provinsi seluruh Indonesia dengan peserta masing – masing 40 orang. Peserta ini terdiri dari representasi banyak elemen organisasi, lembaga, komunitas, latar belakang pekerjaan dan agama yang mencerminkan keberagaman di daerah masing – masing.” lanjutnya
Di Acara Dialog Kebangsaan Indonesia Pilih Pancasila ini, KBI Sumsel memberikan komitmennya untuk Pemilu 2019, antara lain: mengimbau dan mengajak semua kalangan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu tanggal 17 April 2019; menjaga kondusifitas dan mensukseskan Pemilu 2019 agar belangsung aman, damai dan sejuk. KBI Sumsel juga mengimbau dan mengajak semua kalangan masyarakat untuk menolak politik uang, berita hoaks, ujaran kebencian, konflik SARA dan kampanye hitam. KBI Sumsel mengimbau dan mengajak semua kalangan masyarakat untuk saling menghargai perbedaan pilihan agar terjaganya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.
Editor :Bang YF














