Reporter : Puput Novel
PALI, Mattanews.co – Wabah Corona Covid-19 di Indonesia, membuat sebagian besar aktifitas berkurang pesat. Namun hal ini ternyata tidak berdampak pada para petani singkong di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan (Sumsel).
Seperti yang dirasakan para petani singkong di Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI Sumsel.
Wabah Covid-19 seakan tidak banyak berpengaruh aktifitas bertani mereka. Bahkan memasuki bulan April 2020 ini, bertepatan dengan musim panen ladang mereka.
Meri Ismanto, petani singkong di Desa Benuang Kecamatan Talng Ubi Kabupaten PALI mengatakan, dengan adanya wabah Covid-19, malah membuatnya semakin betah berdiam diri di ladang kebunnya.
“Saya bisa leluasa menunggu di ladang saya, apalagi saat ini masa musim panen ubi kayu. Ini juga untuk mencegah Covid-19,” katanya, Selasa (21/4/2020).
Tidak hanya itu, hasil dari kebun Ubinya miliknya cukup memuaskan. Karena panjang umbi ubinya bisa mencapai lebih dari 1 meter.
Terlebih dalam satu batang atau rumpun, bisa menghasilkan 10-20 Kg per rumpun.
Harganya lumayan. Awalnya Rp1.500- 2.000 per Kg. Sekarang bisa Rp 2.500- Rp3.000 per Kg.
“Jika kawan kawan pada sibuk dengan pencegahan Covid-19, tapi kami petani masih bisa tersenyum karena hasil panen cukup memuaskan dalam satu batang atau rumpun kami bisa menghasilakn 10 hingga 20 Kg per rumpun,” ucapnya.
Sebagai petani, dia tidak ambil pusing dan tidak banyak merasakan terdampak dengan wabah virus ini. Dia berharap Covid-19 cepat berlalu.
Dia pun bersyukur, karena usia masa tanamnya selama 6 bulan sudah memasuki masa panen. Sehingga tidak banyak lagi membutuhkan biaya, kecuali biaya panen saja.
“Meski gencarnya penanganan Covid-19 di berbagai daerah, kita tetap bersyukur, karena kebun ubi kayu kita memasuki usia panen. Sehingga tidak banyak lagi membutuhkan biaya, kecuali biaya panen saja. Dan pembeli langsung abil di kebun, jadi kita tidak terlalu ribet,” katanya.
Editor : Nefri














