MATTANEWS.CO,KAPUAS HULU – Pimpinan Cabang Pembantu (Pincapem) Badan Urusan Logistik (Bulog) Putussibau Azwar Fuad menyampaikan, pihaknya telah membuat kebijakan pembatasan pembelian beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) 5 kg guna mengantisipasi adanya spekulan beras di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Pincapem Bulog Putussibau terkait adanya aduan dan keluhan masyarakat terkait pembatasan pembelian dan antrian pembelian beras SPHP untuk masyarakat umum di gudang Bulog Putussibau.
“Dalam perhari Bulog Putussibau menyediakan untuk masyarakat sedikitnya 300 karung dan masyarakat di batasi per KK atau per orang nya 1 karung,” papar Azwar Fuad saat ditemui di kantor Bulog Putussibau, Selasa (10/10/2023)
Lebih lanjut Fuad menyampaikan, jika dihitung dalam perhari pihaknya salurankan beras sedikitnya 300 KK dalam perhari.
“Jadi, kalau dihitung satu karung beras ini mampu untuk satu keluarga satu minggu lebih,” timpalnya.
Terkait penjualan dengan sekala besar, kata Fuad, Bulog Putussibau sendiri memiliki mitra resmi atau Rumah Pangan Kita (RPK)
“Untuk pembelian dalam sekala besar itu tidak ada, ada batasnya, per RPK itu sendiri mendapatkan 100 karung perminggunya. Jadi untuk pendistribusi itu sendiri dengan menggunakan kendaraan mitra Bulog maupun mobil box dari Bulog sendiri, “jelasnya.
Kemudian, untuk harga beras SPHP itu sendiri sudah ditentukan hargan jualnya, beras medium SPHP harga Rp 51.250 ribu dengan isi 5 kg perkarung.
Disampaikan Fuad bahwa mitra Bulog atau RPK (Rumah Pangan Kita) menjual beras medium SPHP ini dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp 57. 500. ribu kemasan isi 5 kg.
Maka sambung Fuad, bagi masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu yang ada di kecamatan – kecamatan, maupun di sekitaran kota Putussibau yang ingin menjadi mitra RPK Bulog, Bulog Putussibau masih dibuka bagi calon – calon mitra RPK Bulog.
“Syarat sangat mudah, calon mitra tinggal datang ke kantor Bulog Putussibau dengan membawa, Fotokopi KTP, KK, NPWP dan terakhir Nomor Induk (NIB) serta perjanjian tidak menjual diatas HET,” pungkas Fuad. (BAYU)














