BeritaBERITA TERKININUSANTARA

Kebun Karet Produktif di Sukamaju PALI Terbakar, 10 Hektare Hangus, Ratusan Petani Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

×

Kebun Karet Produktif di Sukamaju PALI Terbakar, 10 Hektare Hangus, Ratusan Petani Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALI – Kobaran api kembali mengamuk di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kali ini, kebakaran melanda perkebunan karet dan sawit di wilayah Desa Sukamaju, Kecamatan Talang Ubi, Rabu (7/10/2026).

Yang terbakar bukan sekadar hamparan lahan. Di balik kepulan asap dan kobaran api, terdapat kebun karet produktif yang menjadi tumpuan hidup ratusan petani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pohon-pohon karet yang selama ini disadap untuk menghasilkan getah satu per satu dilalap api. Jika mengalami kerusakan parah hingga mati, petani harus menunggu bertahun-tahun sebelum tanaman pengganti kembali memasuki masa produktif.

Informasi yang dihimpun di lokasi, kebakaran pertama kali diketahui warga setelah kepulan asap tebal membumbung dari tengah perkebunan. Warga yang melihat api langsung bergerak menuju lokasi dan berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

Namun, kondisi lapangan membuat upaya tersebut tidak mudah. Cuaca yang kering ditambah hembusan angin kencang membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke perkebunan lain yang berada di sekitar lokasi.

Kepanikan pun tak terhindarkan. Para petani yang melihat kebunnya berada di jalur rambatan api segera menghubungi warga lainnya untuk bersama-sama melakukan pemadaman.

Puluhan warga berjibaku di tengah kepungan asap dan panas. Mereka berusaha membuat batas agar api tidak semakin meluas. Namun, kobaran api yang terus membesar membuat pemadaman secara manual sulit dikendalikan.

Hingga berita ini diturunkan, api masih berkobar dan terus membakar lahan. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare dan masih berpotensi meluas apabila tidak segera mendapat penanganan dari tim pemadam kebakaran lahan dan instansi terkait.

Api Diduga Berasal dari Kebun Warga

Sejumlah warga di lokasi menyebut titik awal kebakaran diduga berasal dari kebun milik warga setempat. Namun, penyebab pasti munculnya api hingga kini belum diketahui.

“Api berasal dari kebun karet dan sawit milik Alen dan Agus Kondori,” ujar Dwi, warga Desa Sukamaju yang berada di lokasi kejadian.

Belum diketahui apakah api muncul akibat aktivitas pembakaran maupun kelalaian. Kepastian mengenai penyebab kebakaran masih menunggu penanganan dan pemeriksaan dari pihak terkait.

Bagi para petani, persoalan kini bukan hanya bagaimana api dipadamkan, tetapi juga bagaimana nasib kebun yang menjadi sumber penghasilan mereka.

Tanaman karet yang rusak parah akibat terbakar tidak bisa langsung kembali menghasilkan. Petani harus kembali menanam dan menunggu bertahun-tahun hingga pohon memasuki usia produktif.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten PALI bersama BPBD, Manggala Agni dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk mempercepat proses pemadaman serta mencegah api merembet semakin luas.

Mereka juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap para petani yang terdampak, mengingat kebun yang terbakar merupakan sumber penghasilan utama masyarakat Desa Sukamaju.

Penulis: Santo
Editor: Riki Okta Putra