BeritaBERITA TERKININUSANTARA

Kelangkaan BBM di Kapuas Hulu, Masyarakat Harap Pemerintah Segera Ambil Langkah Konkrit

×

Kelangkaan BBM di Kapuas Hulu, Masyarakat Harap Pemerintah Segera Ambil Langkah Konkrit

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Sudah hampir sepekan terakhir, kondisi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu mengalami lonjakan harga yang tidak wajar.

Di tingkat pengecer, harga BBM jenis subsidi maupun nonsubsidi dilaporkan tembus antara Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per liter.

Kenaikan drastis ini dipicu kelangkaan pasokan BBM di sejumlah SPBU yang disebut-sebut akibat kesulitan suplai dari depot Pertamina di Sintang.

Kelangkaan tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, khususnya di Kota Putussibau dan sekitarnya.

Antrean panjang kerap terlihat di beberapa SPBU saat pasokan tersedia. Namun, tidak sedikit warga yang harus pulang dengan tangan kosong karena stok cepat habis.

Kondisi ini memicu keresahan di tengah masyarakat. Warga Putussibau, Ahmad, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan publik terkait distribusi BBM di Kapuas Hulu.

“Pelayanan publik SPBU Kapuas Hulu selalu beralasan kemarau. Kejadian minyak langka ini sudah berulang-ulang. Apakah alasannya akan sama lagi?” ujar Filipus Nyalang kepada awak media, Selasa (24/2/2026)

Menurutnya, sebagai fasilitas pelayanan publik, SPBU yang menyalurkan minyak subsidi seharusnya mampu menjamin ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

Ia menilai alasan faktor cuaca atau kemarau tidak bisa terus-menerus dijadikan pembenaran atas kelangkaan yang terjadi hampir setiap tahun.

“Seharusnya pelayanan publik seperti SPBU minyak subsidi tidak ada alasan. Kalau memang faktor alam, kenapa tidak dibahas dan dicarikan solusi jangka panjang? Kalau tidak, pasti akan terulang kembali dengan alasan yang sama,” tambahnya.

Filipus juga menyoroti kecenderungan pihak tertentu yang menyalahkan kios atau pengecer atas melambungnya harga.

Padahal, menurutnya, lonjakan harga di tingkat pengecer merupakan dampak langsung dari kosongnya stok di SPBU.

Ia berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM kembali normal dan harga di pasaran kembali stabil.

“Sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak terus terganggu, “tutup Filipus Nyalang. (*)