MATTANEWS.CO, JAKARTA – H.M. Dja’far Shodiq kembali memegang kendali Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Setelah kepengurusan periode 2026-2031 resmi ditetapkan, ia memilih langsung memasang target, yakni merapikan struktur partai hingga tingkat ranting dan memperkuat kerja politik yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang memandu prosesi pembaiatan seluruh pengurus DPC PKB se-Indonesia. Sementara itu, Surat Keputusan (SK) kepengurusan dibacakan oleh Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hasanuddin Wahid, Rabu Malam 22/7/2026 di alun alun kota tua Jakarta.
Dalam perbincangannya, Shodiq menempatkan konsolidasi partai sebagai pekerjaan awal. Struktur PKB di 18 kecamatan Kabupaten OKI akan menjadi perhatian, mulai dari pengurus cabang, pengurus anak cabang hingga jaringan partai di desa-desa.
“Kepengurusan lima tahun mendatang memastikan mesin organisasi tetap berjalan yang mampu menjadi saluran bagi persoalan yang sehari-hari dihadapi masyarakat OKI,” ujarnya Jumat (24/7/2026).
Selain soal kepartaian, bidang Pertanian, infrastruktur perdesaan dan kesejahteraan petani menjadi tiga sektor yang ia sebut sebagai prioritas.
“Karakter wilayah OKI yang luas membuat persoalan pembangunan di tingkat desa menjadi pekerjaan yang tidak sederhana. Infrastruktur yang menunjang aktivitas masyarakat serta keberlangsungan sektor pertanian memiliki kaitan langsung dengan perekonomian warga di banyak kecamatan,” ujarnya Jumat (24/7/2026).
Karena itu, penguatan struktur hingga tingkat ranting ingin diarahkan bukan saja untuk kepentingan elektoral. Jaringan partai di tingkat bawah juga diharapkan menjadi pintu pertama untuk menyerap keluhan dan kebutuhan masyarakat.
“Kami akan fokus pada penguatan struktur hingga tingkat ranting dan meningkatkan pelayanan aspirasi masyarakat, terutama di sektor pertanian, infrastruktur pedesaan, dan kesejahteraan petani yang menjadi tulang punggung ekonomi OKI,” kata Dja’far.
Kepastian Dja’far kembali memimpin PKB OKI diperoleh setelah Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB menetapkan kepengurusan DPC periode 2026–2031.
Dalam struktur definitif tersebut, Dja’far didampingi Kenedi, yang akrab disapa Tigor, sebagai sekretaris. Posisi bendahara dipercayakan kepada Erwin Ronel. Komposisi itu akan menjalankan roda organisasi PKB OKI selama lima tahun mendatang.
Penetapan tersebut merupakan ujung dari rangkaian proses internal partai yang dimulai melalui Musyawarah Cabang, Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), proses formatur, hingga pleno penetapan oleh DPP PKB.
Bagi DPC PKB OKI, selesainya proses penetapan tersebut sekaligus mengakhiri tahapan perebutan dan penyusunan struktur internal. Pekerjaan berikutnya justru berada di lapangan: menjaga soliditas kader sekaligus membuktikan apakah struktur sampai tingkat desa benar-benar bekerja menyerap kepentingan warga.
Konsolidasi itu juga memiliki dimensi politik menjelang agenda elektoral berikutnya. Struktur yang solid sampai tingkat ranting menjadi modal penting bagi PKB untuk mempertahankan sekaligus memperluas basis dukungan di Kabupaten OKI.
Dalam periode kepemimpinannya mendatang, agenda elektoral tetap menjadi bagian dari perjalanan organisasi menuju pemilihan legislatif dan kepala daerah berikutnya.
Namun Shodiq juga menempatkan penguatan struktur dan pelayanan aspirasi masyarakat sebagai fondasi sebelum berbicara lebih jauh mengenai target politik.
“Kami akan fokus pada penguatan struktur hingga tingkat ranting dan meningkatkan pelayanan aspirasi masyarakat, terutama di sektor pertanian, infrastruktur pedesaan, dan kesejahteraan petani yang menjadi tulang punggung ekonomi OKI,” tandasnya.














