MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, mengembangkan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) berbasis aplikasi, dalam upaya pengelolaan kesehatan ibu hamil.
Aplikasi tersebut memiliki peranan penting dalam mengoptimalkan kegiatan di lapangan. Dengan demikian, petugas yang menangani ibu hamil bisa dipantau langsung oleh Dinkes.
Pernyataan ini dikatakan Kepala Dinkes Tulungagung dr. Kasil Rokhmad, MMRS., melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Desi Lusiana Wardani, S.KM., M.Kes., saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (7/6/2023).
“Kami berharap, dengan program KIA berbasis aplikasi ini dapat menekan angka kematian ibu dan anak,” ucap Mantan Kepala UPT Puskesmas Pakel Dinkes Tulungagung.
Dia menambahkan salah satu upaya menggaungkan program KIA berbasis aplikasi itu dengan menggelar Bimtek (Bimbingannya teknis) Kesehatan Ibu dan Anak.
“Sudah, kami gelar Bimtek KIA itu dengan mengundang para koordinator Puskesmas se-kabupaten Tulungagung pada Senin 29/5 pekan yang lalu, dan waktu itu saya sendiri sebagai narasumbernya,” tambahnya.
“Adapun Bimtek tersebut bertujuan untuk memperkuat kapasitas pada bidan yang bertugas di wilayahnya masing-masing,” imbuhnya.
Menurut Desi, dari hasil evaluasi saat Bimtek itu hasilnya sangat memuaskan, karena petugas di lapangan mampu menekan angka kematian ibu.
Pada tahun 2023, sambung Desi, ia mengungkapkan jumlah angka kematian ibu berhasil ditekan. Tahun lalu, tercatat sebanyak 18 ibu meninggal, sedangkan untuk tahun ini hanya 2 ibu. Sedangkan untuk tahun 2021 angka kematian ibu hingga 57 orang.
“Kami berharap jumlah ini tidak akan bertambah lagi sampai akhir tahun ini,” ujarnya.
“Oleh sebab itu, Bimtek dipandang sangat perlu untuk memperkuat kapasitas para petugas di wilayahnya masing-masing,” sambungnya.
Lebih lanjut Desi menjelaskan pihaknya mengaku dalam menjalankan program ini ada beberapa kendala terkait dengan penggunaan aplikasi.
Kata Desi, dulu untuk sistem ini secara manual, namun sekarang sudah beralih ke sistem online. Kendati demikian, memang masih membutuhkan waktu sehingga segera beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
“Saat ini sedang proses penyesuaian agar segera terbiasa penggunaan sistem secara online,” terangnya.
“Untuk jalankan program ini petugas hanya ada sedikit kendal saja mengenai aplikasi program KIA, karena masih proses peralihan sehingga perlu adaptasi,” imbuhnya.
“Semoga dengan program KIA berbasis aplikasi ini bisa menekan angka kematian ibu dan di Kabupaten Tulungagung. Kami tetap selalu lakukan evaluasi sehingga bisa tercapai zero kematian,” katanya menambahkan.
Lebih dalam Desi memaparkan pihaknya memandang dengan penggunaan aplikasi ini sangat berperan penting dalam mengoptimalkan kegiatan di lapangan.
Sebab, jelas Desi, melalui aplikasi ini untuk petugas yang menangani ibu hamil dapat terpantau oleh Dinkes Tulungagung.
“Jika ada petugas yang belum melakukan kunjungan pasien, hal tersebut dapat diketahui melalui aplikasi tersebut,” paparnya.
“Setiap kunjungan, petugas kesehatan memastikan ibu hamil dalam keadaan sehat dan melakukan tindakan pencegahan agar tidak sakit,” sambungnya.
“Semua langkah ini diambil untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi yang sedang dalam proses kehamilan,” tandasnya.












