MATTANEWS.CO,FAKFAK – Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian Ibu melahirkan dan angka kematian bayi baru lahir, Pemerintah Kabupaten Fakfak bekerja sama dengan BP Tangguh untuk bersama mengatasinya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak, Saleh Hindom, S.K.M., M.P.H menyatakan bahwa, Kerja sama Pemda Fakfak dan BP Tangguh itu sebagai niat baik dari BP Tangguh dalam membantu Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Fakfak secara umum, dan khususnya Masyarakat Distrik Kokas, Distrik Arguni, Distrik Bomberay dan Distrik Tomage. Sabtu (12/2/2023).

“Bentuk kerja sama BP Tangguh dengan Pemda Fakfak itu sejak tahun 2021, yaitu dengan telah mengirimkan 1 orang tenaga Dokter, 3 orang perawat dan 11 orang tenaga bidan yang berasal dari Puskesmas Kokas, Bomberai, Fakfak Tengah, Karas dan Puskesmas Sekban dalam mengikuti pelatihan,” ungkapnya.
Sementara itu, Dewi Kunde, SKM, M.KM, selaku pendamping Tim PONED mengatakan bahwa, Kegiatan pelatihan Penanganan Obtetri Neonatologi Dasar (PONED) dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 27 september 2021 di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Jakarta.
“Peserta diberikan teori sekaligus praktek yang didampingi oleh tenaga profesional Rumah Sakit Budi Kemuliaan,” katanya
Lebih lanjut dikatakan Saleh Hindom bahwa, pada tanggal 2 hingga 3 Pebruari 2022, dr. Ratih yang merupakan utusan BP Tangguh telah menemui dirinya untuk menyampaikan bahwa semua alat kesehatan yang berhubungan dengan PONED yang dibantu oleh BP Tangguh telah siap dan dititipkan di gudang farmasi kabupaten fakfak untuk di droping ke Puskesmas Kokas untuk diatur, ditata dan digunakan diruang PONED yang telah disiapkan oleh Puskesmas Kokas melalui Dinas Kesehatan.
Dengan merespon Hal itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Saleh Hindom, S.K.M., M.P.H sejak tanggal 7-9 Februari 2022 dengan gerak cepat yang dibantu oleh
Ibu Dewi, dokter Ratih, Soraya Uswanas (Kepala Puskesmas Kokas), Ipa nur (bidan koordinasi PKM Kokas) serta beberapa orang staf PKM Kokas bersama-sama memasukan peralatan kesehatan PONED sekaligus mengatur dan menata alat-alat kesehatan tersebut.

“Selain alat kesehatan, BP Tangguh juga memberikan bantuan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP,” ujarnya
Kata Dia, Berdasarkan pantauannya bahwa, Gedung yang disiapkan untuk PONED saat ini belum maksimal karena ada beberapa item bangunan harus diperbaiki dan digantikan, diantaranya seperti closed, jendela, ventilasi, tehel dasar, AC, penambahan daya listrik, intalasi jaringan listrik dan lain sebagainya.
“Kedepan kita dapat benahi kekurangan-kekurangan tersebut sehingga para petugas bisa bekerja maksimal dan ibu melahirkan dan bayi yang dirawat juga mendapat pelayanan kesehatan dan keperawatan yang baik,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, Dirinya juga ditelpon oleh dokter Mukti juga merupakan seorang dokter BP Tangguh bahwa di tahun 2022 ini BP Tangguh akan memperhatikan Puskesmas Pembantu (Pustu) Otoweri dan Tomage dengan meminta untuk menempatkan petugas kesehatan baik perawat maupun bidan.
“Di tahun 2022, lebih memprioritaskan upaya pelayanan kesehatan promotif dan preventif,” ungkap dokter Mukti














