MATTANEWS.CO, TANAH DATAR – Jalan Alternatif Nagari Tanjung Kecamatan Sungayang Tanah Datar sudah banyak yang rusak akibat dilewati kendaraan umum karena adanya pembangunan Jembatan. Untuk itu, kerusakan jalan tersebut akan diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman Rakyat(PUPR) dan Kontraktor Pembangunan Jembatan.
Kesepakatan itu dikemukakan ketika duduk bersama Tokoh masyarakat, Forkopinca Wali Nagari, Kontraktor dan dinas Pekerjaan umum tersebut Saptu 8/10/2022 di kantor BPRN, Nagari Tanjung.
Paze Andrif SH. Wali Nagari Tanjung dalam kesempatan itu mengungkapkan, kerusakan jalan Alternatif ini, menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat, juga menjadi tanda tanya bagi mereka, setelah selesai pembangunan Jembatan nantinya siapa yang bertanggungjawab dengan sudah parahnya jalan ini.
“Hal ini, langsung kami tanggapi dengan menyurati pihak terkait untuk mengadakan duduk bersama memecahkan masalah ini,” katanya.
Setelah mengelar duduk bersama dan diskusi tentang perbaikan jalan alternatif tersebut didapatlah kesepakatan, yang bertanggungjawab memperbaiki adalah Dinas PUPR dan Kontraktor pekerjaan Jembatan tersebut.
Kepala Dinas PUPR, yang diwakili oleh Kabid Bina Marga Refdizalis mengatakan, untuk perbaikan jalan Alternatif yang sudah terpakai saat pekerjaan Jembatan ini, pihaknya dengan kontraktor akan bertanggungjawab untuk memperbaikinya.
“Jalan itu akan kami perbaiki menjelang pekerjaan jembatan sebelum di PHO, atau sebelum serah terima nantinya,” terusnya.
Refdizalis juga berharap, mudah-mudahan, pekerjaan ini lancar sampai selesai dan tak ada kendala satupun tutupnya.
Lalu untuk menjawab keresahan masyarakat, yang selalu ditayangkan di media sosial baik di grup Fb Nagari oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, Kapolsek Sungayang, Andrizal mengatakan, “ciptakanlah keamanan yang kondisif jangan sampai tejadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.
“Kami juga tak mau dengan adanya pembangunan Jembatan di Nagari Tanjung ini, ada yang terjerat kasus hukum, dan atas Nama kepolisian resor Sungayang dan Kapolres Tanah Datar, himbau jangan memfosting-fosting di Metsos, hal-hal yang mebuat pecah belah warga,” tutupnya.














