BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Ketoprak Sari Budoyo Bubar, Agus Timur Sebut Mantan Bupati Tulungagung, Ada Apa?

×

Ketoprak Sari Budoyo Bubar, Agus Timur Sebut Mantan Bupati Tulungagung, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Penasihat Ketoprak Sari Budoyo Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Agus Timur mengungkapkan bubarnya ketoprak kebanggaan kota marmer itu ia menyebut Bupati Tulungagung periode 2018-2023 Drs. Maryoto Birowo, M.M., sebagai ‘biangnya’.

Menurut Agus, awal bubarnya Ketoprak Sari Budoyo ini siap tampil diatas panggung terkesan sama sekali tidak mendapatkan respons dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

“Kami merasa Ketoprak Sari Budoyo selama ini terkesan dikesampingkan dan saya menuding terjadi diskriminasi. Maka, pada Kamis, 28 Maret 2024 datang ke kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Tulungagung
mengembalikan Nomor Induk,” tutur Agus, melalui keterangan resmi diterima media online nasional Mattanews.co, Rabu (3/4/2024).

“Pada saat saya pertanyakan apa penyebabnya kok selalu seperti itu, dan jawaban dari pak Kadin Pariwisata dan Kebudayaan (Bambang Ermawan) bahwasanya itu mandat dari Pak Maryoto Birowo (Bupati Tulungagung periode 2018-2023),” imbuhnya.

“Saya berpendapat bahwa Pak Maryoto Birowo sebagai ‘biangnya’ kalau memang seperti itu,” katanya.

Agus menambahkan melihat kondisi Ketoprak Sari Budoyo seperti ini ia berpandangan kalau dipertahankan terus-menerus tidak ada artinya.

Kendati demikian, jelas dia, ia berpikir kalau pun tetap eksis akan selalu mengharapkan bantuan belaka. Apalagi, bantuan itu hanya satu kali dalam satu tahun, sehingga tak bakalan membuat kesenian ketoprak atau kesenian yang lain bisa eksis.

“Padahal kalau Sari Budoyo itu tampil diatas panggung menggunakan kocek sendiri tanpa pernah meminta bantuan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,” tambahnya.

“Kalau begitu Induk Sari Budoyo itu tidak ada artinya. Makanya saya kembalikan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kepala Dinas). Dengan demikian sudah tidak tampil lagi serta tidak ikut nguri-uri ketoprak,” tandasnya.

“Kami ini bangga menjadi seniman Tulungagung, karena nama besar Ketoprak Siswo Budoyo itu masih digandrungi daerah yang yang mengenal kesenian. Tapi kalau kondisi saat ini seperti ini apa boleh buat,” urainya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan ia menceritakan sebenarnya keresahan Ketoprak Sari Budoyo ini sudah sejak lama (2018), saat itu pihaknya mengajukan proposal agar bisa tampil di luar daerah.

“Ya begitulah, sama sekali tidak ada respons dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Padahal, selama ini Sari Budoyo itu paling sering tampil diatas panggung menghibur masyarakat dengan menggunakan biaya sendiri, tanpa adanya bantuan sepeserpun dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung,” pungkasnya.

Sementara itu, menanggapi terkait pengembalian Nomor Induk Sari Budoyo, media ini mendatangi Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung. Namun, sangat disayangkan Kepala Dinas tersebut sedang tidak berada di kantornya.

“Bapak masih belum rawuh (Datang.red),” tukas Plt Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Tulunggung.