BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Ketoprak Sari Budoyo Tulungagung Diisukan Terjadi Keretakan, Ini Penyebabnya

×

Ketoprak Sari Budoyo Tulungagung Diisukan Terjadi Keretakan, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Penasihat Ketoprak Sari Budoyo Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Agus Timur menyebut pembagian bantuan sosial (Bansos) berawal terjadinya keretakan paguyubannya. Menurut dia, hal itu dipicu saat adanya pendataan yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur pada tahun 2020.

Agus menceritakan kepada media online nasional mattanews.co saat itu (Tahun 2020) wabah pandemi Covid-19 menjadi pukulan telak bagi pelaku seni dalam berkarya, karena adanya himbauan dari pemerintah terkait protokoler kesehatan.

Dengan situasi seperti itu, sambung dia, Ketoprak Sari Budoyo secara otomatis undangan untuk pentas menjadi berkurang. Tak hanya di pentas Tulungagung, Ketoprak Sari Budoyo ini juga sering pentas di berbagai wilayah Jawa Timur danJawa Tengah. Bahkan, saat pentas di luar kota, Ketoprak Sari Budoyo ini digandrungi penonton dan sering mendapat apresiasi. Namun, sungguh ironis, Ketoprak Sari Budoyo ini malah justru ‘tergerus’ di kota kelahirannya sendiri, “Ironis memang,” terang Agus, Selasa (2/4/2024) Malam.

Agus menambahkan awal terjadinya keretakan adanya pendataan para pemain Ketoprak Sari Budoyo untuk mendapatkan bansos dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Namun, jelas dia, setelah data itu dikumpulkan di Dinas Pariwisata Tulungagung dengan jumlah belasan orang, ternyata hanya 3 orang saja yang mendapatkan bantuan.

“Dari jumlah belasan yang di data itu yang dapat bantuan hanya 3 orang, dan disuruh mengambil sendiri di kantor Dinas Pariwisata Tulungagung yang tanpa memberi kabar pada pimpinan Ketoprak Sari Budoyo,” tambahnya.

“Hal ini menimbulkan berbagai pertanyaan dan protes pemain yang sudah terdata, namun tak mendapatkan bantuan. Akibatnya, para seniman yang tergabung di paguyuban Ketoprak Sari Budoyo ini pun mulai meninggalkannya.

“Saat itu saya benar-benar tidak tahu ketika banyak yang tanya soal bansos, karena saat itu mereka yang mendapatkan bantuan disuruh mengambil sendiri di Dinas Pariwisata Tulungagung. Itupun hanya 3 orang yang dapat dan akhirnya berimbas protes ke saya,” kata Agus Timur yang juga suami pendiri Ketoprak Sari Budoyo.

Lebih lanjut Agus menjelaskan dengan kejadian tersebut membuat ketoprak yang sudah 8 tahun didirikannya itu terkesan menjadi ‘korban’ kebijakan pemerintah yang dianggap kurang bijak.

“Pertanyaan saya pada saat itu, kenapa disuruh mendata para seniman kalau tidak semua diberi bantuan. Akibatnya, bantuan yang tidak merata itu justru menjadi bumerang di paguyuban kami,” pungkasnya.