NUSANTARAPENDIDIKAN

Ketua AMSI Jabar Ingatkan Pentingnya Peningkatan Kompetensi SDM Secara Berkelanjutan

×

Ketua AMSI Jabar Ingatkan Pentingnya Peningkatan Kompetensi SDM Secara Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Literasi Digital bertajuk “Purwakarta #MakinCakapDigital” digelar di Pondok Pesantren Al-Irfan, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), Rabu (25/05/2022).

Acara tersebut turut didukung oleh Kominfo, Siber Kreasi, Jabarnews.com, Suara.com dan ICT Watch ini berisikan sejumlah workshop dan talkshow selama dua hari.

Di hari pertama acara digelar di kampus Universitas Kartamulia, yang berada di jalan Ibrahim Singadilaga, kelurahan Nagrikaler, Purwakarta.

Acara tersebut di isi narasumber berkompeten seperti Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat, Riana A Wangsadiredja, Pemimpin Redaksi suara.com, Suwarjono, Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti dan Deputi Direktur Eksekutif ICT Watch, Widuri.

Acara sendiri dihadiri sekitar 70 peserta secara daring dan 30 peserta luring, partisipan acara kali ini dilatih untuk mengasah kemampuan digitalnya.

Materi yang disajikan sendiri mulai dari Jurnalisme Online, Dakwah Digital, Tips Membuat Konten Menarik, Distribusi, Cuan, Waspada Disinformasi, Kiat Lawan Hoaks hingga Perlindungan Data Pribadi, Privasi dan Kiat Keamanan Digital Personal.

Menurut Ketua AMSI Jawa Barat, Riana A Wangsadiredja, kerja-kerja literasi, sebagaimana lazimnya kerja di sektor edukasi pemberdayaan masyarakat, adalah kerja yang menuntut ketelatenan dan kesabaran dengan hasil yang tak dapat dengan instan seketika muncul di depan mata.

“Mengutip ungkapan filsuf Yunani kenamaan, Aristoteles, the roots of education are bitter, but the fruit is sweet. Tentu saja buah kesabaran dalam edukasi adalah peningkatan kompetensi SDM secara berkelanjutan,” ucap Riana, saat ditemui di Pondok Pesantren Al-Irfan, Rabu (25/05/2022).

Literasi digital, kata dia, menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia yang memiliki pengguna Internet tak kurang dari 204,7 juta jiwa, dengan 191,4 juta diantaranya adalah pengguna media sosial.

“Melalui kegiatan workshop literasi digital ini tentunya menjadi jawaban tantangan itu tersendiri, karena penggunaan media sosial yang besar tersebut belumlah seiring dengan dengan kemampuan literasi digital yang memadai warganet Indonesia dalam berpikir kritis, etika bermedia sosial, menghormati privasi, serta menjaga data pribadi dan keamanan digitalnya,” jelas Riana.

Ia menyebut, tanpa kemampuan literasi digital yang memadai, makapenggunaan Internet justru akan meningkatkan problematika tersendiri semisal maraknyahoaks, pencurian data pribadi serta ujaran kebencian/SARA.

Disisi lain, sambung Riana, internet, termasuk penggunaan media online, media sosial dan media percakapan secara positif, kreatif dan produktif diyakini dan dapat dibuktikan sebagai salah satu upaya mendorong bergeliatnya roda perekonomian baik di tingkat individu, komunitas maupun kewilayahan tertentu.

“Internet dapat menjadi kanal unggulan dalam mempromosikan potensi perekonomian suatu daerah, semisal potensi wisata, potensi produksi UMKM serta potensi agrikultur yang selaras dengan kegigihan individual dan kerja kolaborasi komunal. Jadi dengan adanya kegiatan ini, bisa memberikan pemahaman dalam menggunakan media sosial dengan baik,” tutur Riana.