MATTANEWS.CO, CIAMIS – Madrasah Aliyah Pecinta Kelestarian Alama (Mapaka), rayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 dengan menanam seribu pohon di Pasir Gedogan, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis.
Acara tersebut turut dihadiri Aparat Pemerintah setempat, Kepala Desa, Camat, Babinsa, dan Ketua DPRD Ciamis. Juga dihadiri Pak Nunu, seorang polisi dari Bandung, yang diberi julukan Manusia Pohon.
Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana S.H,. Dalam sambutannya mengatakan, ia sangat mendukung kegiatan anak-anak muda yang mencintai Alam sehingga menggelar acara penanaman seribu pohon.
“Sudah lebih dari seratus ribu pohon aren yang ditanam di sekitar Gunung Sawal diantara pohon pinus,” kata Nanang, Minggu (7/2/2021).
Karena pada tanggal 31 desember 2018, lanjut Nanang, DPRD Kabupaten Ciamis bersama Pemkab Ciamis sudah menetapkan bahwa seluruh tubuh wilayah Gunung Madati, Gunung Sawal dan Gunung Geger Bentang dinyatakan sebagai hutan konservasi.
“Kenapa demikian, dasar pemikirannya adalah, kami berfikir dan berpesan, jangan sekali-kali mengukur manfaat ekonomi suatu hutan, diukur dari seberapa besar uang didapat dari hutan itu. Jangan itu ukurannya,” jelasnya
Manfaat ekonomi suatu hutan, kata nanang, harus diukur dari seberapa banyak, seberapa luas dan seberapa mudah rakyat memiliki akses, memanfaatkan air dan tanah untuk kehidupannya sepanjang masa.
“Jadi, kalau dari gunung ini dapat uang berapa? Itu picik! Maka hutan akan gundul dan hutan akan rusak. Tetapi, hutan gunung ini harus jadi bank nyaair bagi seluruh rakyat,” pungkasnya
Senada dengan itu, Ahmad Firmansyah, selaku Ketua Mapaka mengatakan bersyukur sekali HUT ke-2 tersebut dihadiri beberapa pejabat pemerintahan sampai Ketua DPRD Ciamis.
“Saya bangga dan bersyukur, acara ini dihadiri banyak komunitas seperti dari komintas Pencinta Alam Sejati (PAS), Srikandi, Sabuga, Kejolis, Karabodas dan lain-lain,” ucapnya














