BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARASPORT

Ketua KONI Kota Malang, Incar Posisi Runner-Up Porprov IX Jatim 2025

×

Ketua KONI Kota Malang, Incar Posisi Runner-Up Porprov IX Jatim 2025

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KOTA MALANG – Dalam rangka persiapan menyongsong Porprov IX Jatim 2025 , KONI Kota Malang tentunya mempunyai target untuk membawa nama harum Kota Malang meraih prestasi. Hingga waktu kurang satu bulan lagi event Olahraga bergengsi di Jawa Timur ini segera dimulai.

Ketua KONI Kota Malang, R. Djoni Sudjatmoko mengungkapkan bahwa jika Kota Malang mampu menempati posisi runner up, itu sudah menjadi capaian yang sangat bagus.

Menurutnya, untuk menggeser kontingen Surabaya, yang bisa berada di puncak, bukan pekerjaan mudah.

“Kami akui Kota Malang kalah dalam segala hal dengan Surabaya. Tapi untuk SDM mungkin masih bisa bersaing. Terbukti, atlet kita masih mampu menjuarai di beberapa cabor saat Porprov Jatim,” katanya.

Djoni Sudjatmoko, manambahkan bahwa kesiapan Kota Malang sebagai tuan rumah, namun sedikit catatan bahwa meskipun dari segi sumber daya manusia (SDM) Kota Malang tidak tertinggal, persoalan sarana dan prasarana (sarpras) masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi.

“Kalau soal tempat latihan, kita ini masih jauh dari Surabaya. Di sana, olahraga sudah jadi industri. Klub-klub punya tempat latihan sendiri yang lengkap dan modern. Kita? Masih satu pedal saja,” ungkapnya, Jum’at (16/5/2025).

Menurutnya, pembinaan di Surabaya sudah berjalan secara sistematis dan didukung fasilitas memadai, sementara di Malang, semangat berlatih masih harus bertarung dengan keterbatasan.

Kendati demikian, Ketua KONI Kota Malang yakin SDM atlet-atlet Kota Malang tidak kalah kualitasnya, mengingat Kota Malang yang didapuk menjadi tuan rumah tentunya menambah motivasi bagi atlet untuk tampil all-out.

“Insya Allah kalau SDM, kita tidak kalah. Tapi dari sisi sarpras dan anggaran, jujur saja, kita harus kerja keras untuk mengejar. Tapi sebagai tuan rumah, itu jadi suntikan semangat tersendiri,” tutur Owner NK+Cafe.

Dalam sesi try out beberapa waktu lalu, sejumlah cabang olahraga menunjukkan performa mengesankan.

“Atletik kita juara umum, catur juara umum, taekwondo juara umum, biliar juga sudah pasti juara umum. Renang bersaing ketat dengan Surabaya. Wushu pun kita unggul,” bebernya.

Terkait pembiayaan, Joni menyebut bahwa anggaran pembinaan rutin KONI setiap tahunnya berkisar Rp10 miliar. Namun untuk Porprov kali ini, anggaran besar dikoordinasikan langsung oleh Disporapar Kota Malang untuk keperluan pelatihan, persiapan hingga penyelenggaraan pertandingan.

Lebih lanjut, Ketua KONI Kota Malangia juga menyebutkan beberapa soal atlet yang mengalami cedera atau sudah melewati batas usia. Namun semua persoalan sudah diantisipasi sebelum memasuki pembukaan Porprov IX Jatim 2025.

“Itu sudah kami prediksi sejak awal. Penggantinya sudah kami siapkan. Kita optimalkan regenerasi. Dan karena kita tuan rumah, semangat para atlet dan pelatih sangat tinggi. Ini jadi modal besar,” katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi peran kampus-kampus di Kota Malang dalam mendukung pembinaan atlet. Banyak mahasiswa dari luar daerah yang berpotensi besar namun belum tersentuh pembinaan lokal.

“Mereka kuliah di sini 4–5 tahun. Kalau mereka atlet dan kita tidak beri ruang, ya bakatnya bisa hilang. Balik ke daerah asalnya juga belum tentu ada kesempatan. Jadi KONI Kota Malang harus ambil peran,” tegasnya

Joni juga memberikan amanat bahwa Porprov bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari peta jalan pembinaan menuju prestasi nasional.

“Porprov ini hanya ajang sementara tujuan besar kita adalah membawa Kota Malang menjadi lumbung atlet nasional. Kita ingin sebanyak mungkin atlet dari Malang bisa bersaing, bahkan menembus level internasional,” pungkasnya.