MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Santri yang menimba ilmu di Pondok pesantren (Ponpes) tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, santri jebolan dari Ponpes di kemudian hari bisa meraih sukses di berbagai bidang.
Perlu diketahui, memang tidak sedikit pejabat yang memiliki background pendidikan di Ponpes. Salah satu contohnya adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Ahmad Muchlis, S.H., M.H.
Kepada media online nasional mattanews.co, Mantan Kajari Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo itu pun menceritakan tentang kisahnya pernah menjadi santri di salah satu Ponpes di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
“Masa kecil saya itu dulu diasuh oleh nenek dan dibesarkan di salah satu kampung yang ada di Kabupaten Semarang, dan tempatnya sangat jauh dari perkotaan,” ucap Pria juga penghobi olahraga catur itu, Senin (23/10/2023).
“Sedangkan orang tuanya bekerja di Bandar Lampung ibukota Provinsi Lampung,” imbuhnya.
Ahmad Muchlis menambahkan selain menempuh pendidikan formal, ia mengaku pernah menimba ilmu di salah satu ponpes yang ada di desanya.
Ketika pulang sekolah SD (Sekolah Dasar), sambung dia, ia pun mengaji kitab-kitab pondok, dan diwajibkan untuk menghafal Al-Qur’an.
“Jadi santri itu harus mau hidup Qona’ah dan sederhana serta takdzim dan tawadhu’ terutama kepada gurunya serta kepada semua orang,” tambah Pria pernah menjadi khatib salat jumat di beberapa masjid di Tulungagung.
“Jangan juga minder jadi santri, karena hidup santri di pesantren itu dimaksum (selalu dijaga oleh Allah SWT dari dosa) sehingga semakin lama menjadi santri maka ilmu dan amal ibadahnya akan semakin berisi,” sambungnya.
Menurut dia, meskipun juga mengenyam pendidikan di Ponpes untuk prestasinya di bidang akademik sangat bagus.
“Setamat dari SMA (Sekolah Menengah Atas), saya pernah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar Negara Mesir,” ujarnya.
“Orang tua justru tidak mendukung saya melanjutkan studi di Mesir, karena saat itu sedang sakit, belum lagi saya adalah anak laki-laki satu-satunya di dalam keluarga,” imbuhnya sembari mata berkaca-kaca saat mengenang momen itu.
Lebih lanjut Ahmad Muchlis menjelaskan setelah batal studi di Mesir, akhirnya melanjutkan kuliah di Universitas Lampung (UNILA) di Bandar Lampung.
Saat kuliah, jelas dia, ia mengaku menempuh pendidikan S1 cukup lama, karena saat itu sembari kuliah juga merawat ayah sedang sakit.
“Saat itu, saya kuliah sembari kerja, makanya wisuda lama juga. Alhamdulillah, setelah diwisuda, saya ikut mendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kejaksaan RI, dan saya diterima pada 2005-2006 di tempatkan di Kejari Tenggarong, Kalimantan Timur,” terangnya.
“Saat menjadi Kasi Pidum Kejari Jakarta Timur Tahun 2018 saya dipercaya sebagai Jaksa Magang di Kedutaan RI di Riyadh Arab saudi pada Atase Hukum. Momentum itu saya manfaatkan juga untuk menimba Ilmu agama dan mempelajari Hukum Pidana Arab Saudi,” imbuhnya.
“Singkat cerita, setelah itu karier di Kejaksaan RI semakin baik. Saya pernah menjabat sebagai Kajari Kabupaten Boalemo, Gorontalo setelah itu pada September 2022 ditugaskan sebagai Kajari Kabupaten Tulungagung,” katanya menambahkan.
Lebih dalam Ahmad Muchlis memaparkan dalam peringatan Hari Santri Nasional 2023, ia mengharapkan semoga para santri dapat terus menjadi pelopor kemajuan dan transformasi progresif bangsa.
Peringatan Hari Santri ini, kata dia, seyogyanya sebagai pengingat bahwa para santri punya andil besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Teruslah berjuang di jalan dakwah untuk memelihara persatuan dan kerukunan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” paparnya.
“Motto saya itu Khoirunnasi ‘anfa’uhum Linnas ( Sebaik- baik manusia adalah yg paling bermanfaat utk manusia lainnya),” sambungnya.
“Selamat Hari Santri Nasional 2023 dengan tema Jihad Santri Jayakan Negeri,” urainya.














