MATTANEWS.CO, MEMPAWAH – Momen penuh kepedulian dan kemanusiaan kembali terlihat di lokasi pelaksanaan TMMD Reguler ke-124 di Desa Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.
Di sela-sela kesibukan pengecoran rabat beton, personel Satgas TMMD menyempatkan diri membantu seorang pelajar yang hendak melintas menggunakan sepeda di jalur pembangunan yang belum sepenuhnya bisa dilewati.
Jalan rabat beton yang sedang dibangun masih dalam proses pengerjaan dan sebagian besar jalur masih berlumpur serta berisiko tergelincir bagi pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah yang melintas pagi hari.
Melihat hal tersebut, salah seorang anggota Satgas TMMD langsung sigap membantu menuntun sepeda pelajar tersebut agar bisa melintas dengan aman.
“Ini bagian dari tanggung jawab sosial kami, tidak hanya membangun fisik tetapi juga membangun kedekatan dan rasa aman bagi masyarakat,” ujar salah satu anggota Satgas.
Aksi sederhana ini menjadi gambaran nyata bahwa TMMD bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang kepedulian dan hadirnya TNI dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Pelajar yang dibantu pun tampak tersenyum lega dan mengucapkan terima kasih.
Sementara warga sekitar yang melihat kejadian ini merasa bangga dan tersentuh atas kepedulian Satgas TMMD yang selalu siap membantu tanpa diminta.
“Anak-anak kami tetap bisa sekolah walau jalan belum sepenuhnya selesai. Terima kasih bapak-bapak TNI,” terang salah satu warga yang turut menyaksikan.
Melalui TMMD, TNI tidak hanya meninggalkan jejak beton di desa, tetapi juga jejak kasih dan kebersamaan yang akan selalu dikenang.
Terima Kasih Om TNI! Ucap Farel dan Naisyah Setelah Dibantu Seberangi Jalan TMMD
Dua anak kecil, Farel dan Naisyah, masing-masing berusia 8 tahun, menjadi saksi kecil dari arti besar kehadiran TNI dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124 di Desa Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.
Di tengah perjalanan mereka menuju sekolah, jalan rabat beton yang sedang dalam proses pembangunan tak menyurutkan semangat keduanya untuk tetap belajar.
Namun kondisi jalan yang belum sepenuhnya rampung membuat mereka kesulitan menuntun sepeda.
Melihat hal tersebut, salah satu personel Satgas TMMD langsung sigap membantu mengangkat sepeda mereka melewati jalur yang masih berlumpur dan basah.
“Terima kasih Om TNI,” tutur Farel polos, diikuti senyuman malu-malu dari Naisyah
Ucapan sederhana itu menggambarkan betapa kehadiran para prajurit di tengah masyarakat membawa arti yang mendalam, bahkan bagi anak-anak sekalipun.
Menurut salah satu anggota Satgas, membantu anak-anak seperti ini menjadi penyemangat tersendiri di tengah tugas pembangunan.
“Mereka adalah masa depan bangsa. Sudah semestinya kami bantu mereka, sekecil apa pun itu,” ujarnya.
Warga sekitar pun ikut merasa haru melihat interaksi penuh kehangatan tersebut. Bagi masyarakat, TMMD tak hanya hadir membangun jalan, tetapi juga merajut kedekatan emosional antara TNI dan rakyat.
Kisah Farel dan Naisyah hari itu menjadi bukti nyata bahwa TMMD tak sekadar meninggalkan infrastruktur, tapi juga kenangan dan inspirasi yang tak mudah dilupakan.














