MATTANEWS.CO, JAMBI – Perjuangan panjang menempuh pendidikan akhirnya terbayar tuntas bagi Yonoi Esema, mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Yonoi resmi menyandang gelar Sarjana Farmasi (S.Farm) dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (UNJA) dalam prosesi Wisuda ke-116, di Balairung Pinang Masak, Kampus UNJA Mendalo.
Yonoi merupakan penerima beasiswa Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), program khusus dari pemerintah untuk anak-anak dari wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Menempuh ribuan kilometer dari tanah kelahirannya di pegunungan Papua ke Jambi, Yonoi tak sekadar meraih gelar, tapi juga mengukir sejarah perjuangan dan harapan.
Bagi Yonoi, perjuangan menuntut ilmu bukanlah perkara mudah. Perbedaan budaya, kendala akademik, dan keterbatasan fasilitas menjadi tantangan sehari-hari. Namun, dengan semangat dan tekad kuat, ia berhasil menaklukkannya.
“Saya belajar untuk menjadi pribadi terbuka, fleksibel, dan ramah. Saya berusaha memahami budaya setempat dan mencari hal positif dalam setiap proses,” ujar Yonoi, Sabtu (24/5/2025).
Momen yang paling mengharukan baginya adalah saat mengenakan toga.
“Saya sangat terharu bisa sampai di titik ini. Yang terlintas pertama adalah mama, bapak angkat, dan bapak. Semua ini untuk mereka,” ucapnya lirih.
Tak lupa, Yonoi juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang telah mendampinginya.
“Dosen Farmasi sangat baik. Dosen pembimbing saya sangat membantu dari awal sampai akhir. Saya bersyukur atas semua dukungan,” tambahnya.
Setelah lulus, Yonoi berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang profesi apoteker (Apt.) dengan harapan dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat Papua. Ia pun menyampaikan pesan menyentuh kepada anak-anak muda di Papua dan daerah 3T lainnya:
“Tetap semangat, jangan menyerah. Terkadang kita harus menyemangati diri sendiri. Setiap detik adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik. Jadilah versi terbaik dari dirimu sendiri,” tuturnya.
Kisah Yonoi Esema bukan sekadar cerita kelulusan. Ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan adalah jembatan menuju perubahan. Dari pegunungan Papua hingga ke podium kehormatan UNJA, Yonoi membawa pulang bukan hanya gelar sarjana, tetapi juga harapan bagi masa depan bangsanya.
Sementara itu, Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., menyampaikan kebanggaannya atas capaian para wisudawan, termasuk mahasiswa afirmasi dari Papua.
“Ini adalah kebanggaan tersendiri. UNJA terbuka bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang asal daerah. Kami berharap, lulusan afirmasi bisa kembali ke daerah asal dan membawa perubahan positif,” tukasnya.














