Klarifikasi Soal Pelecehan, Pemilik Toko Fashion Urung Layangkan Surat ke Kantor DPP PAN


oleh
Penulis: Ferry Kaligis
Editor: Redaksi Mattanews

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Winarti (53) pemilik toko fashion beralamat Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur mengurungkan niatnya untuk melaporkan dugaan kasus pelecehan yang menimpanya ke kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta.

Pasalnya, kata wanita single parent ini, dugaan kasus pelecehan yang menimpa dirinya ini melibatkan Misbah Anggota Fraksi PAN DPRD Kabupaten Tulungagung akan diselesaikan oleh Badan Kehormatan (BK) Dewan.

Hal ini dikatakannya seusai menghadiri undangan klarifikasi dari BK DPRD Tulungagung di ruang Aspirasi gedung setempat, Rabu (27/9/2023).

“Untuk layangkan surat ke kantor DPP PAN itu ga aja pak, dan saya anggap ini sudah selesai saja disini,” ucapnya.

Dia menambahkan ia menghadiri undangan dari BK DPRD Tulungagung guna melakukan klarifikasi dugaan pelecehan yang melibatkan Misbah Anggota Fraksi PAN.

Dalam klarifikasi itu, sambung dia, saat ditanya Ketua BK DPRD Tulungagung Drs. H. Mashud ia menyampaikan waktu kejadian dan kronologinya.

“Apa yang saya sampaikan waktu kejadian kemarin itu ditanyakan kronologi, lalu saya sampaikan semua yang terjadi pada saya,” tambahnya.

“Adapun tujuan saya kesini bukan mencari sensasi, atau apapun tapi meminta keadilan, saya menjaga harga diri selaku perempuan,” sambungnya.

“Sebenarnya simpel saja, dan masalah ini saya anggap sudah selesai secara kekeluargaan sudah, namun saya dengar katanya misbah mau melapor,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut dia menjelaskan ia membeberkan saat awal melaporkan dugaan pelecehan yang menimpanya ke BK DPRD Tulungagung.

“Sekarang begini, kalau saya benar benar tidak dilecehkan oleh oknum dewan itu tidak mungkin saya lapor ke BK DPRD,” terangnya.

“Yang saya inginkan, melalui BK DPRD saya inginkan oknum dewan bersama istri keliling di lingkungan saya untuk meminta maaf untuk mengakui kesalahannya dan bukan karena kesini untuk memfitnah begitu, tadi bapak Ketua DPRD akan disampaikan ke pak Misbah,” imbuhnya.

“Yang jelas saya bukan untuk meminta tuntutan yang lainnya itu nggak baik secara materi atau yang lain, sebab kalau masalah uang itu saya mencari sendiri meskipun sedikit yang penting halal,” katanya menambahkan.

Menurut Winarti, ia mendapatkan apresiasi dari BK karena berani datang sendiri melaporkan kejadian ini untuk membela harga diri.

“Janji dari BK yang saya dengarkan bahwa pak Misbah akan diklarifikasi sekaligus sampaikan tuntutan yang saya sampaikan agar meminta maaf di lingkungan RT rumah saya agar ditepati,” pungkasnya.

Tempat sama, Ketua BK DPRD Kabupaten Tulungagung Mashud mengatakan pihaknya mengundang Winarti untuk melakukan klarifikasi dugaan pelecehan yang menimpanya.

“Sesuai cerita ibu Win, saya tanya apakah ada sentuhan fisik atau tidak ada, cuman dia ngetok pintu soalnya kalau ada sentuhan fisik saya minta buktinya, katanya cuma megang,” katanya.

“Ternyata secara struktur di Kartu Keluarga masih keponakan, cuma itu saja,” sambungnya.

Mashud menambahkan dalam klarifikasi yang dilakukan BK menanyakan saudara Winarti hingga berani melaporkan kejadian yang menimpanya.

“Kenapa ibu Win melapor kesini karena ceritanya tetangga ibu Win itu cerita bahwa nyonya pak Misbah di handphonenya di status WhatsApp ada sindiran-sindiran, meskipun tidak menunjuk hidung dan akhirnya merasa naik pitam ingin meluruskan,” tambahnya.

“Kita akan lakukan klarifikasi dengan pak Misbah saat ini dengan pelapor , kalau ke pak Misbah akan kita agendakan sebab tenan BK bukan saya sendiri ada yang lain,” imbuhnya.

“Tidak ada pelecehan asusila kok, wong hanya ketok bukan digedor,” katanya menambahkan.

Bagikan :