Reporter : Nasir
BANYUASIN, Mattanews.co – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel) turut mendukung program pembangunan daerahnya.
Hal ini diungkapkan Ketua DPD KNPI Banyuasin Ismail Fahmi, usai pelantikan pengurus DPD KNPI Banyuasin periode 2020-2023 dan Rapat Kerja Daerah di Gedung Graha Sedulang Setudung(GSS), Rabu (12/2/2020).
Menurutnya, sibawha kepemimpinan kepala daerah Banyuasin sekarang, KNPI Banyuasin siap membawa pemuda-pemudi untuk membangun pemuda yang kreatif, inovatif dan bersinergi dengan Pemkab Banyuasin.
“Kami berkomitmen mengkawal program pembangunan yang menjadi prioritas Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin,”ujarnya, Kamis (13/2/2020).
Dia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Banyuasin Askolani yang telah banyak membantu hingga terlaksananya Pelantikan DPD KNPI dan Rakerda KNPI Banyuasin.
“Itu dibuktikan Ketua KNPI baru terpilih Kantor KNPI sudah ada. Artinya pemuda-pemudi mendapat perhatian penuh dari pemerintah,” katanya.
Bupati Banyuasin Askolani menyampaikan, agar pemuda di KNPI ini dapat kreatifitas, mengembang jati dirinya dan kabupaten banyuasin.
Dirinya optimis jika KNPI saat ini akan maju, karena diisi orang yang memiliki kemampuan dan berpotensi.
“Selamat kepada pengurus KNPI yang baru dilantik. Saya minta pemuda lebih maju dan pelopor di kabupaten Banyuasin,” ucapnya.
Dia berharap banyak kepada pengurus DPD KNPI Banyuasin, agar melakukan sama-sama bersinergi untuk melakukan perubahan. Terutama di segala sektor Kabupaten Banyuasin, sesuai visi Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera.
“Saya minta Pemuda hapal 7 Program Unggulan terdiri Infrastruktur Bagus, Banyuasin Prima, Pemerintahan Terbuka, Banyuasin Cerdas, Banyuasin Sehat dan Banyuasin Religius. Untuk menyukseskan itu semua kuncinya kompak,” ucapnya.
Perlu diketahui kondisi Banyuasin sekarang yaitu jalan macet dan jalan rusak parah. Jika mengandal APBD Banyuasin satu tahun Rp2,3 triliun tidak mungkin akan cukup untuk memenuhi semua kebutuhan yang ada.
Dengan anggaran sebesar itu, tegas Askolani, sampai kapan pun tidak mungkin bisa membangun untuk Banyuasin lebih cepat.
Tapi pihaknya berupaya dapat dana Rp288 miliar melalui pinjaman dari Bank Sumselbabel (BSB).
Serta dana Rp100 miliar untuk air bersih, yang ternyata tidak cukup analisa estimasinya Rp800 miliar dari hitungan PU dan PAM.
Ia meminta jadilah pemuda yang mandiri, tegas dan tidak cengeng bisa lebih baik dari sebelumnya. Masa depan bangsa ini tergantung dengan pemuda jauhi narkoba.
“Kami mendukung pemuda yang mandiri dan telah menyiapkan permodalan KUR agar pemuda mau berwirausaha,” katanya.
“Lahannya sudah disiapkan dan gedung nya nanti dibangun dengan gotong royong. Saya mengajak pemuda dukung 7 Program Banyuasin,” katanya.
Editor : Nefri














