MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Koalisi Pers Sumsel mendatangi Markas Polda Sumatera Selatan, Kamis (15/10/2026) siang.
Kedatangan mereka untuk menyampaikan sejumlah tuntutan menyusul aksi pengeroyokan terhadap dua wartawan saat menjalankan tugas peliputan.
Insiden kekerasan tersebut menimpa Rachmad Kurniawan, wartawan Tribun Sumsel, dan Mulyadi, wartawan Pal TV.
Keduanya menjadi korban pengeroyokan ketika meliput aksi unjuk rasa terkait penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di depan Mapolda Sumsel pada Selasa (13/10/2026).
Aksi solidaritas ini diikuti puluhan wartawan dari berbagai media di Sumatera Selatan. Mereka berasal dari sejumlah organisasi profesi dan perusahaan pers, di antaranya Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang, PWI Sumsel, IJTI Sumsel, AMSI Sumsel, PFI Palembang, serta organisasi lainnya.
Dalam orasinya, Oktaf Riadi menyampaikan desakan kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana agar mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap para pelaku pengeroyokan terhadap dua jurnalis di depan Mapolda Sumsel.
“Aksi yang kami lakukan hari ini merupakan bentuk solidaritas sesama rekan jurnalis yang menjadi korban kekerasan saat melakukan tugasnya sebagai jurnalis,” kata Oktaf.
Oktaf menegaskan, Koalisi Pers Sumsel tidak hanya menuntut penuntasan kasus kekerasan terhadap wartawan, tetapi juga meminta evaluasi terhadap kinerja jajaran kepolisian yang bertanggung jawab atas pengamanan aksi unjuk rasa tersebut.
“Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan mengevaluasi kinerja Dirintelkam Polda Sumsel terkait pengamanan saat aksi demo yang mengakibatkan 2 jurnalis menjadi korban pengeroyokan,” tuturnya.
Selain mendesak penangkapan pelaku, Koalisi Pers Sumsel juga meminta Kapolda Sumsel mengambil langkah tegas terhadap Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol Tony Budhi Susetyo apabila hasil evaluasi menemukan adanya kelalaian atau kesalahan dalam pengamanan aksi.
“Mohon kinerja Dir Intel di evaluasi, jika ditemukan kesalahan maka kami meminta Kapolda Sumsel mengambil tindakan tegas dengan mencopot Dir Intel,” tandasnya.














