BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Kodim 0807/Tulungagung Peringatkan Modus Penipuan Catut Nama TNI, Warga dan Pelaku Usaha Diminta Waspada

×

Kodim 0807/Tulungagung Peringatkan Modus Penipuan Catut Nama TNI, Warga dan Pelaku Usaha Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG — Kodim 0807/Tulungagung mengeluarkan peringatan resmi kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait maraknya penipuan yang mengatasnamakan Kodim maupun Koramil jajaran, dengan sasaran utama pemilik katering, pemasok bahan kebutuhan pokok, hingga warga yang ditawari proyek atau rekrutmen palsu.

Dalam beberapa kasus, pelaku disebut menjalankan aksinya melalui WhatsApp maupun telepon, lengkap dengan foto profil pejabat TNI atau anggota untuk membangun kepercayaan korban. Modus itu dinilai kian meresahkan karena menyasar transaksi cepat dan memanfaatkan nama institusi negara.

Komandan Kodim (Dandim) 0807/Tulungagung, Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., menegaskan masyarakat tidak boleh langsung percaya jika menerima pesanan, permintaan, atau tawaran kerja yang mencurigakan dan mencatut nama satuan TNI.

“Waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Kodim atau Koramil jajaran, umumnya melalui WhatsApp atau telepon dengan modus pesanan katering maupun bahan pokok. Pelaku sering menggunakan foto profil pejabat TNI atau anggota untuk meyakinkan korban,” kata Hanny dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).

Ia menekankan, langkah paling aman adalah melakukan pengecekan langsung ke kantor Kodim atau Koramil setempat, bukan sekadar mempercayai pesan singkat atau bukti transfer yang dikirim pelaku.

“Cek kebenaran langsung ke kantor Kodim/Koramil setempat. Jangan terburu-buru transfer uang atau memproses pesanan sebelum dipastikan benar,” tegasnya.

Modus Penipuan: Pesanan Fiktif hingga Rekrutmen Palsu

Menurut Dandim, ada sejumlah pola yang kerap digunakan pelaku untuk menjerat korban. Salah satunya adalah pemesanan fiktif atas nama satuan TNI.

Dalam modus ini, pelaku menghubungi korban dan mengaku sebagai anggota atau pejabat di lingkungan Kodim/Koramil. Mereka kemudian memesan kue, makanan, katering, atau barang kebutuhan lain dalam jumlah besar untuk kegiatan kedinasan. Setelah korban percaya, pelaku mengirimkan bukti transfer palsu agar pesanan segera diproses atau barang dikirim.

Selain itu, ada pula modus rekrutmen dan pengadaan fiktif. Pelaku menawarkan proyek, kerja sama pengadaan, atau lowongan relawan maupun karyawan dengan embel-embel kegiatan sosial atau program tertentu.

“Ada juga modus penawaran proyek fiktif atau lowongan relawan/karyawan, misalnya relawan BGN atau kegiatan makanan bergizi. Masyarakat harus benar-benar hati-hati,” ujar Perwira asli kelahiran Malang.

Jangan Tertipu Foto Profil dan Bukti Transfer

Kodim 0807/Tulungagung menilai salah satu kekuatan utama pelaku adalah kemampuan membangun kesan seolah-olah komunikasi itu resmi. Mereka kerap menggunakan nama, foto, dan gaya komunikasi yang menyerupai aparat.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menjadikan foto profil WhatsApp atau media sosial sebagai dasar kepercayaan.

“Foto pejabat di WhatsApp atau media sosial sangat mudah dipalsukan. Jangan percaya hanya karena foto profilnya memakai seragam atau nama anggota,” terangnya.

Ia juga mengingatkan agar pelaku usaha, terutama yang bergerak di bidang katering, toko sembako, dan suplai kebutuhan acara, tidak langsung percaya pada bukti transfer digital yang dikirim melalui pesan instan.

Pengecekan mutasi rekening atau saldo bank, kata dia, wajib dilakukan sebelum barang disiapkan atau dikirim.

Ini Langkah Kewaspadaan yang Ditekankan Kodim

Lebih lanjut, Dandim 0807/Tulungagung menjelaskan bahwasanya ia meminta masyarakat dan pelaku usaha menerapkan langkah antisipasi berikut agar tidak menjadi korban yakni Verifikasi langsung ke kantor Kodim atau Koramil terdekat jika menerima pesanan, permintaan, atau tawaran yang mencurigakan.

“Jangan percaya foto profil atau identitas digital semata karena sangat mudah dipalsukan, Cek saldo rekening secara langsung, bukan hanya melihat bukti transfer yang dikirim pelaku. Jangan terburu-buru mengirim barang atau uang sebelum ada kepastian resmi. Segera laporkan ke pihak berwajib atau Inteldim bila menerima telepon atau pesan yang mencurigakan,” jelasnya.

“Peringatan ini dikeluarkan sebagai bentuk langkah preventif agar masyarakat tidak dirugikan oleh aksi penipuan yang mencatut nama institusi TNI,” pungkasnya.

Di tengah meningkatnya aktivitas transaksi digital, kewaspadaan menjadi benteng utama. Kodim menegaskan, setiap pesanan, permintaan, atau rekrutmen yang mengatasnamakan satuan harus diverifikasi secara resmi.

Satu langkah konfirmasi bisa menyelamatkan masyarakat dari kerugian besar. Jangan mudah percaya, jangan buru-buru transfer, dan jangan beri ruang bagi penipu untuk memanfaatkan nama negara.