MATTANEWS.CO, MALANG – Wajah Taman Sumba di Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, kini tampil lebih segar. Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menata kembali taman seluas sekitar 600 meter persegi tersebut agar warga memiliki ruang publik yang lebih nyaman, sehat, dan fungsional.
Penataan ini mendapat dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari manajemen Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Malang. Dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian dunia usaha terhadap lingkungan sekaligus wujud kolaborasi dalam meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau di Kota Malang.
Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, M.AP., menjelaskan bahwa Taman Sumba memiliki perjalanan tersendiri. Selama sekitar tiga tahun, area tersebut sempat digunakan sebagai gudang sementara material proyek pembangunan RSI Aisyiyah.
Namun, menjelang penyelesaian proyek rumah sakit, pihak RSI Aisyiyah mengambil inisiatif untuk membantu memulihkan fungsi taman melalui dukungan CSR.
“Begitu mendekati selesai pembangunan, pihak dari rumah sakit RSI Aisyiyah membantu memberikan CSR untuk perbaikan Taman Sumba seluas kurang lebih 600 meter persegi dengan anggaran sekitar Rp700 juta,” ujar Raymond, Minggu (01/11/2026).
Ruang Publik Lebih Aktif dan Fungsional
Dukungan anggaran sekitar Rp700 juta itu mengubah wajah Taman Sumba secara signifikan. Sebelumnya, taman tersebut belum memiliki fasilitas memadai untuk menunjang aktivitas warga. Kini, DLH menghadirkan sejumlah fasilitas yang membuat ruang terbuka hijau itu lebih aktif dan bermanfaat.
Penataan tersebut mencakup walking track dan jalur jogging. Dengan fasilitas itu, masyarakat dapat berolahraga, berjalan santai, maupun menikmati suasana taman.
Selain meningkatkan kenyamanan pengunjung, pembenahan ini juga memperkuat fungsi taman sebagai ruang interaksi sosial. Karena itu, Taman Sumba tidak lagi sekadar menjadi elemen penghijauan kota, tetapi juga ruang publik yang mendukung aktivitas masyarakat.

DLH Perluas Kolaborasi CSR di Tengah Efisiensi Anggaran
Di sisi lain, keterbatasan anggaran daerah mendorong DLH Kota Malang untuk memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dan berbagai instansi. Melalui skema CSR, pemerintah berupaya menjaga kualitas taman kota tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran daerah.
Gamaliel menyebut, sejumlah pihak sebelumnya juga telah mendukung penataan dan perawatan ruang terbuka hijau di Kota Malang. Di antaranya Taspen, Pegadaian, serta beberapa rumah sakit.
“Dengan kondisi efisiensi ini, yang kami lakukan sementara ini hanya untuk perawatan saja. Tetapi DLH juga mengusahakan beberapa lokasi taman mendapatkan CSR,” jelasnya.
Langkah tersebut menjadi salah satu strategi DLH agar taman-taman kota tetap terawat dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan demikian, keterlibatan dunia usaha turut memperkuat upaya pemerintah menjaga kualitas lingkungan perkotaan.

DLH Ingatkan Warga Tidak Membuang Sampah Sembarangan
Selain pembenahan fasilitas, DLH Kota Malang juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Sebab, keberhasilan penataan taman tidak akan bertahan lama tanpa dukungan dan kesadaran warga.
Gamaliel mengingatkan bahwa sampah yang menumpuk di selokan dapat menyumbat saluran drainase dan memicu genangan hingga banjir. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air.
Ia juga menyinggung fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan perilaku membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai dan laut.
“Harapannya kepada masyarakat, tidak hanya taman, di mana pun jangan membuang sampah sembarangan. Karena berkali-kali tim DLH bersama kelurahan, PU, dan kecamatan selalu membersihkan sampah dari selokan,” tegas Gamaliel.
Melalui penataan Taman Sumba dan penguatan kolaborasi CSR, Pemkot Malang berupaya menghadirkan ruang publik yang lebih berkualitas. Namun, pemerintah juga membutuhkan peran aktif masyarakat agar fasilitas tersebut tetap terjaga.
Pada akhirnya, taman kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kepedulian warga dalam menjaga kebersihan dan merawat fasilitas umum menjadi kunci terciptanya lingkungan perkotaan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.(ADV)














