BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINENUSANTARA

Kolaboratif Demi Menjaga Kelestarian Daerah Aliran Sungai di Sumsel

×

Kolaboratif Demi Menjaga Kelestarian Daerah Aliran Sungai di Sumsel

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Masih terngiang di ingatan pada awal Maret 2023 lalu terjadi banjir bandang di sejumlah wilayah di Lahat, Muara Enim, Musi Rawas hingga Ogan Komering Ulu akibat meluapnya Sungai Lematang. Bukan hanya disebabkan karena tingginya curah hujan, daerah aliran sungai yang mulai tidak diindahkan menjadi faktor besar yang membuat bencana tersebut terjadi.

 

Selain merendam dan merusak rumah, serta fasilitas umum, banjir juga membuat akses jalan dan jembatan putus. Bahkan area pertanian pun terendam hingga petani harus mengalami gagal panen. Beragam upaya bahu-membahu yang dilakukan pemerintah dan stakeholder untuk membantu masyarakat dalam menangani banjir bandang itu.

 

Mulai dari membantu evakuasi hingga memberikan bantuan kepada masyarakat. Namun Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru mengungkapkan tidak selesai hanya dengan memberikan bantuan saja, akar permasalahan penyebab terjadinya banjir bandang harus bisa diatasi. Diantaranya karena rusak dan perlu diperbaikinya daerah aliran sungai yang ada di Sumsel.

 

“Penyebab banjir bandang di sejumlah wilayah di Sumsel, rata-rata akibat rusaknya hutan di kawasan sepanjang daerah aliran sungai. Sehingga saat turun hujan dengan intensitas lebat, maka sungai-sungai akan meluap,” ucapnya, belum lama ini.

 

Karena itu, Herman Deru mengungkapkan perlunya peranan dari semua pihak. Tidak hanya pemerintah, namun stakeholder, perusahaan, hingga masyarakat itu sendiri dalam menjaga kelestarian daerah aliran sungai di Sumsel.

 

“Mereka yang terdampak bencana banjir bandang ini dominasi adalah yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai. Karenanya masyarakat disana harus benar-benar menjaga sungai, aktif menanam pohon-pohon di sekitar aliran sungai, dan sebagainya,” kata dia.

 

Ia juga meminta kepada perusahaan baik BUMN, BUMD dan lainnya untuk ikut serta membantu dalam menciptakan daerah aliran sungai yang terjaga kelestariannya. Diantaranya bisa melalui corporate social responsibility, yang kegiatannya berfokus pada lingkungan di sekitar daerah aliran sungai.

 

“Semua perusahaan punya tanggungjawab dalam merehabilitasi lingkungan, termasuk daerah aliran sungai. DAS di Sumsel saat ini sepanjang 928,81 kilometer yang harus dijaga kelestariannya baik dari sisi hulu maupun hilir. Semua pihak harus bisa berkontribusi dalam menjaga sungai,” jelasnya.

 

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatra VIII Maman Noprayamin menyebutkan pemeliharaan daerah aliran sungai perlu terus dilakukan sebagai upaya mencegah banjir di Sumsel. “Langkah mencegah banjir salah satunya adalah pemeliharaan DAS yang baik. Jadi memang menjaga daerah aliran sungai ini sangat penting. Karena kalau tidak dijaga akan terjadi pendangkalan atau sedimentasi yang berujung pada bencana banjir besar,” jelasnya.

 

Langkah tersebut tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, kata dia, namun juga membutuhkan peran masyarakat dan semua pihak terkait. “Semua pihak harus peduli terhadap lingkungan, diantaranya tidak membuka lahan secara besar-besaran, menata wilayah pemukiman dan konservasi, dan tidak merambah hutan,” beber dia.

 

 

 

 

PTBA Bantu Rehabilitasi DAS

 

Salah satu perusahaan yang sejak awal komitmen membantu menjaga dan rehabilitasi daerah aliran sungai di Sumsel yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Sejalan dengan komitmen pemerintah, PTBA sudah melakukan rehabilitasi daerah aliran sungai 5.197 hektar di tahun lalu.

 

Sebagai anggota holding BUMN pertambangan MIND ID, PTBA yang memegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) memiliki kewajiban untuk melakukan rehabilitasi daerah aliran sungai.

 

Corporate Secretary PTBA, Apollonius Andwie, menjelaskan rehabilitasi DAS hingga saat ini telah dilakukan PTBA di 33 desa yang tersebar pada 4 kabupaten. Yakni di Muara Enim, Lahat, Banyuasin dan Kulonprogo DIY.

 

“PTBA memiliki komitmen dalam melakukan dekarbonisasi, salah satunya dengan rehabilitasi DAS. Perusahaan kami ini memiliki visi yakni menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia yang peduli lingkungan,” jelasnya.

 

Pihaknya melakukan rehabilitasi DAS yakni sebagai upaya memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi daerah aliran sungai sehingga daya dukung, produktivitas dan perananannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga.

 

Menurutnya, banjir dapat dicegah, erosi dan intrusi air laut terkendali, kesuburan tanah terjaga, tata air teratur. Karena itu, di area rehabilitasi DAS ini dilakukan penanaman pohon. Sudah lebih dari 3,8 juta pohon yang ditanam di tahun lalu. Berbagai tanaman digunakan PTBA dalam program rehabilitasi DAS, diantaranya adalah mahoni, merbau, kayu afrika, alpukat, kemiri, durian, mangga, manggis, duku, pulai, jambu mente, petai, nangka, kayu manis, meranti, angsana, bakau, dan sebagainya.

 

“Tak hanya berdampak positif pada lingkungan, rehabilitasi DAS menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat dalam hal kegiatan pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan lainnya selama kegiatan rehabilitasi DAS berlangsung,” ujar Apollo.

 

Selain itu, PTBA bersama masyarakat juga aktif melakukan aksi bersih-bersih sungai. Kegiatan itu berfokus pada pembersihan sampah yang berada di sepanjang aliran sungai. Belum lama ini kegiatan itu dilakukan di Tanjung Enim.

 

“Kami berharap kegiatan ini bisa mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sungai,” tambah General Manager PTBA Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE), Venpri Sagara.

 

 

 

Kepedulian Torehkan Prestasi

 

Atas komitmennya terhadap lingkungan, pada Juni 2023 kemarin, PTBA berhasil memborong tiga penghargaan TOP CSR Awards. Yakni TOP CSR Awards 2023 on #Star 5, TOP CSR Golden Throphy 2023, serta TOP Leader on CSR Commitment 2023 untuk Direktur Utama PTBA Arsal Ismail.

 

“Penghargaan seperti ini tentu menjadi penyemangat kami untuk terus menjalankan praktek bisnis yang berkelanjutan agar dapat berkontribusi optimal bagi masyarakat,” kata Direktur Sumber Daya Manusia PTBA, Suherman.

 

Ia menjelaskan, PTBA sangat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta memberi manfaat bagi sekitar.

 

Diantaranya adalah program pendanaan usaha mikro dan kecil (PUMK), beasiswa bidiksiba dan ayo sekolah, rumpun pangan dengan pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan (ruang rural), bamboo for life, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk menghidupkan pompa irigasi pertanian di berbagai lokasi, konservasi terumbu karang, hingga rehabilitasi DAS.