BERITA TERKINI

Kondisi Bayi Dalam Kardus di Warung Bakso Ngantru, Kadinkes Tulungagung: Sangat Rentan Terjadi Hipotermia

×

Kondisi Bayi Dalam Kardus di Warung Bakso Ngantru, Kadinkes Tulungagung: Sangat Rentan Terjadi Hipotermia

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr.Kasil Rohmat, MMRS., saat diwawancara insan media usai Gebyar vaksinasi Covid-19 di RS Bhayangkara setempat, Senin (27/12) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr.Kasil Rohmat, MMRS., mengungkapkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) sangat rentan terjadinya hipotermia.

“Jadi begini, karena kondisi kesehatan bayi melemah dari Puskesmas Ngantru dirujuk ke Rumah Sakit dr.Iskak,” kata dr.Kasil dalam keterangannya usai mendampingi Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., dalam gebyar vaksinasi Covid-19 di RS Bhayangkara setempat, Senin (27/12/2021).

“Setelah itu, melakukan evaluasi, kondisi bayi lemah, malas minum. Namun, kita periksa kadar gula darah di 59, dengan demikian perlu penanganan secara serius. Setelah itu sore dipantau membaik,” imbuhnya.

Faktor resiko dari bayi BBLR, Kasil menambahkan kalau batasan dibawah 2,5 kg sangat berisiko kekurangan protein dan lainnya. Namun demikian, pihaknya belum mengetahui usia kelahiran itu cukup atau kurang.

“Sedangkan bayi tersebut berat badan 2,4 kg,” tambahnya.

Karena kesehatan maka dirujuk ke RSUD dr.iskak, lebih lanjut Kasil menjelaskan, pihaknya belum mengetahui selama ada diluar berapa jam, karena sangat rentan terjadinya hipotermia.

Hipotermia merupakan kondisi saat temperatur tubuh menurun drastis di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh, yaitu di bawah 35 derajat Celsius.

“Iya benar, mencegah hal itu terjadi, sehingga kita lakukan observasi, ternyata disitu ada penurunan keadaan. Dengan dirujuk dan dilakukan rehidrasi dikasih gula sudah naik, hampir 200,” terangnya.

“Bayi itu kita masukkan dalam inkubasi, karena sangat rentan terhadap hipotermia. Sekarang suhu turun, apalagi bayi BBLR dugaan kemungkinan bayi lahir kurang bulan atau tidak cukup bulan,” sambungnya.

Menurut Kasil, bilamana bayi sehat dan berat badan diatas 2,5 kg, pihaknya akan menyerahkan ke Dinas Sosial Tulungagung.

“Nanti, Dinsos ada penampungan milik provinsi sementara waktu bisa dititipkan, Bilamana nanti ada yang mau adopsi atau orang tua sudah ketemu bisa merawat bayi tersebut,” tukasnya.

Seperti diketahui, Supriyadi pemilik warung Bakso Berkah beralamat di Desa Srikaton Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung dihebohkan penemuan bayi di dalam kardus bekas minyak goreng dengan beralas bantal berupa handuk, Minggu (26/12/2021) sekira pukul 07.30 WIB.

Saat diketemukan kondisi bayi tersebut tali pusarnya belum dipotong dan keadaan masih berlumuran darah bertanda bayi tersebut belum lama dilahirkan. Penemuan bayi tersebut tidak jauh dari tempat gerobak bakso Supriyadi.