MATTANEWS.CO, PALI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) III, Senin (29/6/2026). Kegiatan jadi momentum regenerasi kepengurusan sekaligus susun arah kebijakan dan program kerja masa khidmat berikutnya.
Konfercab III digelar di Gedung Lantai 2 STIT Mamba’ul Hikam PALI, Jalan Merdeka KM 10, Kelurahan Handayani Mulya, Talang Ubi, mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai.
Hadir unsur PBNU, PWNU Sumsel, pengurus, badan otonom, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan Polres PALI, Koramil, KPU PALI, Bawaslu, KNPI, GP Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) hingga tamu undangan. Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., hadir buka acara sebagai bentuk dukungan.
Ketua Panitia Berli Safutra, S.Ag., M.H., sampaikan Konfercab III digelar seiring berakhirnya masa khidmat pengurus sebelumnya. Forum ini wadah evaluasi program, susun rekomendasi organisasi, serta pilih kepengurusan baru PCNU PALI.
Sekretaris Panitia Achmad Yani, S.I.Kom., katakan seluruh rangkaian disiapkan agar Konfercab III lancar, tertib, dan hasilkan keputusan yang bawa kemajuan organisasi.
Melalui Konfercab III diharapkan lahir kepengurusan yang kuatkan peran NU di PALI, baik bidang keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, maupun pemberdayaan umat, untuk kontribusi positif bagi daerah.
*NU Mitra Strategis Pemerintah*
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI Firdaus Hasbullah, SH., MH apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Konfercab III. Ia sebut Konfercab bukan sekadar pilih pengurus, tapi forum musyawarah strategis evaluasi organisasi, rumuskan program adaptif zaman, dan kuatkan komitmen pengabdian.
“Nahdlatul Ulama telah membuktikan diri sebagai organisasi Islam terbesar yang lebih dari satu abad konsisten jaga keutuhan NKRI. NU menjadi benteng Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang mengedepankan moderasi, persaudaraan, toleransi, serta cinta tanah air,” ujar Firdaus.
Ia katakan di tengah tantangan arus informasi, polarisasi sosial, krisis moral, dan persoalan ekonomi, kehadiran NU penting sebagai penyejuk bangsa. PALI butuh NU kuat, mandiri, dan mitra strategis pemerintah bangun karakter religius, moderat, berakhlak mulia, dan peduli sosial.
Firdaus tegaskan pembangunan butuh sinergi pemerintah, DPRD, ulama, ormas, pendidikan, dunia usaha, dan seluruh elemen.
“Karena itu, kami di DPRD Kabupaten PALI selalu buka ruang kolaborasi bersama Nahdlatul Ulama mulai dari pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, penguatan nilai keagamaan, hingga jaga harmoni sosial,” ungkapnya.
Ia harap Konfercab III lahirkan kepemimpinan amanah, visioner, dan rangkul seluruh kader. “Dalam NU, beda pandangan wajar. Semangat musyawarah harus jadi jalan putuskan terbaik, bukan menang kelompok. Boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai putus persaudaraan,” tegasnya.
Firdaus ajak warga NU jadi pelopor persatuan, gotong royong, kerukunan antarumat, dan garda terdepan peradaban rahmatan lil ‘alamin.
Ia tutup dengan tema: “Merawat Jagat, Membangun Peradaban bukan sekadar slogan, tapi ikhtiar bersama berpijak pada nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.”














