MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Koordinator PDP PKH Kabupaten Purwakarta Agus merasa keberatan dari pernyataan yang dilontarkan Kepala Desa (Kades) Taringgul Tonggoh, Eep Saepul Malik soal adanya intruksi pengondisian dari Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa tersebut.
Agus mengungkapkan, pihaknya merasa tidak nyaman dengan kata pengondisian yang diutarakan kades itu.
“Kami keberatan Pak Kades Taringgul Tonggoh, yang mencatut nama PKH,” ungkap Agus, via WhatsApp, Kamis (24/2/2022).
Dirinya menjelaskan, bahwa pihaknya hanya memastikan bahwa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), membelanjakan bantuan tersebut sesuai ketentuan.
Dimana pembelian harus memenuhi unsur berupa karbohidrat, protein hewani, protein nabati, buah-buahan atau sayuran, serta vitamin dan mineral tanpa mengarahkan harus membeli di warung tertentu.
“Jadi tidak ada bahasa pengondisian, dan tidak ada kata apapun yang kami lontarkan kepada pihak desa,” tegas Agus.
Agus menambahkan, selain itu, pihaknya tidak pernah tahu adanya rapat yang dilakukan oleh pihak desa.
“saya tidak tahu menahu sama sekali. Kami keberatan dengan kata instruksi pengondisian itu,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Taringgul Tonggoh, Kecamatan Wanayasa, Eep Saepul Malik membenarkan adanya pengkondisian, akan tetapi pengkondisian yang sesuai dengan instruksi dari para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
“Jadi begini, ketika uang tunai diterima Rp.600 ribu atau Rp.200 ribu perbulan, itu di belanjakan di warung yang ada di desa. Jadi jangan melakukan belanja di luar desa dulu,” ucap Eep saat ditemui media pada Rabu (23/02/2022).
Eep melanjutkan, untuk sekarang ada perubahan teknis penyaluran BPNT, yang semula mendapatkan penyaluran sembako dan hari ini mendapatkan uang tunai.
“Menurut saya ini peluang, peluang untuk memajukan perekonomian desa. Dengan begitu saya arahkan bahwa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) itu belanjaannya jangan di luar desa. Jadi, kalau pengkondisian seperti itu saya akui ada,” terang Eep.
Tambahnya, saat rapat saya menanyakan kepada para RT terkait harga beras untuk saat ini berapa per karungnya. “Jika harga Rp.110 ribu jangan beli melebihi dari harga itu, jadi ada arahan seperti itu. Intinya saya menolak adanya isu tentang pengkondisian itu,” pungkasnya.














