Korupsi Desa Cibogo Kecamatan Lembang Bandung Barat Terbongkar

* Penyidik Tipidkor Polda Jabar Tahan Kades, Mantan dan Perangkat Desa Cibogo

MATTANEWS.CO, JABAR – Dipenghujung masa jabatannya sebagai Kasubdit Tipidkor Polda Jabar, AKBP Maruly Pardede SH SIK MH berhasil membongkar kasus tindak pidana korupsi, di Desa Cibogo Kecamatan Lembang Bandung Barat, Jawa Barat tahun 2021, dengan kerugian negara mencapai Rp 30 miliar lebih, Kamis (5/1/2023).

“Alhamdullilah, kami berhasil ungkap kasus korupsi yang melibatkan Kades dan Mantan Kades Cibogo dan rekan, hingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 30.599.320.000,” papar Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs Suntana, M. Si didampingi Ditreskrimsus dan Kasubdit Tipidkor Polda Jabar, AKBP Maruly Pardede SH SIK MH, saat press release.

Dijelaskan Ditreskrimsus, dari kasus korupsi ada empat orang pelaku yang sudah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Empat pelaku tersebut, Mantan Kades Cibogo, MS, mantan Kades Cibogo, AS, MS dan DSH. Dari tangan mereka kita turut menyita dokumen-dokumen penting, seperti SHM, akta hibah, kwitansi dan berbagai macam surat,” ungkapnya.

 

Mengenai modusnya, lanjut Ditreskrimsus, berawal saat MS, Kades Cibogo memindahtangankan tanah kas desa, dari
Blok lapang persil 57 dengan luas kurang lebih 4,7 Ha dengan cara mencoret buku C induk Desa Cibogo, Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat yang duga dilakukan tersangka Maman Suryaman, MA (sekarang Mantan Kepala Desa Cibogo), sehingga terjadi peralihan hak kepemilikan tanah yang mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara Rp. 30.599.320.000.

Bacaan Lainnya

“Peralihan tanah Kas Desa tersebut tersangka Maman Suryaman, MA melibatkan AY (Sekdes dan PJS Kepala Desa Cibogo), AS (Kepala Desa Cibogo/Mantan Ketua BPD Desa Cibogo) dengan menerbitkan Salinan C Desa an. Martawidjaja (hasil pemindahtanganan melawan hukum) yang kemudian digunakan oleh tersangka DSH (yang mengaku sebagai ahli waris alm. Martawidjaja) untuk transaksi jual beli atas objek tanah tersebut dan pada saat ini telah terbit 51 Akta Jual Beli serta dari 51 Akta Jual Beli tersebut telah terbit 12 SHM dan 12 Permohonan SHM, telah diblokir oleh Penyidik,” jelasnya.

Dijabarkan Ditreskrimsus, tersangka kini masih menjalani pemeriksaan intensif penyidik.

“Keempat tersangka akan kita kenakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 dan atau Pasal 9 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas lima tahun, maksimal seumur hidup, tergantung keterlibatan dan perananannya masing-masing,” tukasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait