MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, MT., melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke eks Kawedanan Kalangbret bertempat di kantor Kecamatan Kauman setempat, Kamis (9/11/2023).
Pantauan media ini, dalam kunker turut serta Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, Diana Puspitasari, S.TP., MT. Kunjungan tersebut dalam rangka menghadiri audiensi bersama Camat dan Kepala Desa (Kades) se eks kawedanan Kalangbret yakni Kecamatan Kauman, Karangrejo, Gondang, Sendang, dan Pagerwojo.
Saat dijumpai, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno mengatakan pihaknya mendorong penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) dengan transparansi, partisipasi, akuntabilitas, profesionalitas, efisiensi, dan efektivitas.
Sehingga, sambung dia, prestasi maupun reward akan datang dengan sendirinya. Bekerjalah dengan adil, jujur, dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat, terapkan tugas dan fungsi Kades salah satunya menjaga hubungan kemitraan dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan stakeholder lainnya.
“Kades dalam menjalankan pemerintahan tetap berdasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, laksanakan sesuai tahapan dan waktu yang ditentukan serta utamakan mutu dari hasil atau out put seuatu kegiatan,” ucap Heru.
“Utamakan musyawarah desa untuk menyelesaikan masalah,” imbuhnya.
Heru menambahkan dalam audiensi bersama Camat dan Kades se eks kawedanan Kalangbret merupakan kegiatan yang keempat.
Dalam setiap kegiatan itu, sambung Heru, ia pun menyampaikan beberapa tugas utama selama menjabat Pj Bupati Tulungagung.
“Ada fokus-fokus yang kita sampaikan kepada Camat maupun Kades mulai dari kemiskinannya kita pertahankan, seperti kemiskinan ektrem itu tetap nol persen dan kemiskinan makro harus turun. Dan, alhamdulillah 2023 sudah turun walaupun tidak banyak tetapi sudah turun yakni 6,23 itu lebih kecil dari tahun kemarin 6,75,” tambahnya.
“Kemiskinan ektrem harus tetap 0 dan ini menjadi tantangan kita semua. Kemudian tentang stunting, kita masih ada pekerjaan rumah yang banyak belum mencapai apa yang ditargetkan oleh Bapak Presiden, karena target tahun 2024 capaian 13 persen,” sambungnya.
Lebih lanjut Heru menjelaskan seperti amanat yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo saat awal menjabat bahwasanya Desa maju maka Indonesia akan maju.
“Desa maju Indonesia akan maju dalam artian bahwa Indonesia dibangun dari pinggiran yang namanya pinggiran itu salah satunya perbatasan luar berbatasan dengan negara lain,” terangnya.
“Desa artinya bahwa pembangunan dimulai dari bawah. Dan pinggiran itu bukan berarti pinggir tapi bawah, tentunya mulai dari desa. Makanya kebijakan ada namanya Dana Desa (DD) yang disampaikan kepada seluruh desa itu termasuk di kabupaten Tulungagung yang setiap tahun besaran itu semakin besar,” imbuhnya.
“Termasuk ketika desa melakukan kegiatan yang meningkatkan potensinya ada reward berupa tambahan, dan saya dengar laporan dari Pak Kadin DPMD, desa yang sudah masuk mencapai tahapan desa mandiri nanti bisa ada 10 persen dari DD untuk perbaikan Balai desa, dan ini baru akan berlaku mulai tahun depan,” pungkasnya.














