BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINALPOLITIK

Ladang Kopi Campur Ganja Empat Lawang Diobok-Obok Polisi

×

Ladang Kopi Campur Ganja Empat Lawang Diobok-Obok Polisi

Sebarkan artikel ini

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]

* Sedikitnya 1500 Batang Ganja Disita Aparat

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Ladang kopi campur Ganja seluas 1 Ha, di Desa Batu Pance Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang diobok-obok anggota BNNP Sumsel, BNK Empat Lawang dan Ditresnarkoba Polda Sumsel. Dari lokasi kejadian, turut diamankan Efriansyah alias Rian (24) warga Empat Lawang, berikut 1500 batang ganja, Kamis (3/2/2022).

“Penangkapan berawal dari tersangka E bersama dua temannya berinisial A (DPO) dan J (DPO) saat melintas di Desa Batu Pance Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, tepatnya ketika anggota sedang melakukan operasi. Melihat gelagat tersangka mencurigakan, ditemukan 0,5 kilogram pohon ganja yang masih segar. Tak buang waktu petugas langsung lakukan pengembangan,” papar Kepala BNNP Sumsel, Irjen Pol Djoko Prihadi melalui Kabid Pemberantasan, Kombes Pol Agus Sudaryo, saat press release.

Dari pengembangan tersebut, diketemukan 1 hektar lahan di Desa Mandi Angin Pendopo Barat Kabupaten Empat Lawang berisi tanaman kopi bercampur ladang ganja siap panen.

“Ladang ganja ini kami temukan dari lahan milik S (DPO) yang kini masih kami kejar. Saat ini kami masih menyisiri lahan tersebut yang terindikasi masih ada tanaman ganja. Doa kan saja, para pelaku ini cepat diamankan,” terangnya.

Dijelaskan Kabid Pemberantasan BNNP Sumsel, Kombes Pol Agus Sudaryo, ada 600 batang Ganja dengan setinggi 1 meter diamankan dan ada yang sudah digonseng atau baru tumbuh dipotong dengan tinggi sekitar 30 cm ada sebanyak 400 batang.

“Tersangka yang kita amankan ini disuruh menjualkan oleh S dan dijanjikan akan di upah. Untuk tanaman ganja yang ditemukan berumur 6,3, dan 2 bulan. Saat ini tersangka sedang kita dalami,” tambahnya.

Untuk ganja sendiri, lanjut Kombes Agus Sudaryo, saat kita datangi lokasinya terdapat di sela – sela tanaman kopi.

“Oleh karena sebarannya luas, makanya kita koordinasikan dengan BNNK sekitaran lokasi, untuk tepatnya ganja akan diserahkan masih dalam pendalaman. Lokasi ini, cukup jauh dari kota naik turun bukit dan hampir 5 jam tiba kita di lokasi,” pungkasnya.

Sementara tersangka ketika diwawancarai mengaku mendapat upah dari Andi (DPO).

“Rencananya kami akan mengantarkan ganja ini pak. Dan setelah itu barulah menerima upah Andi (DPO). Namun belum tahu jumlahnya dan kami keburu ditangkap polisi,” urainya.